
BPS Papua sebut 20 komoditas di Bumi Cenderawasih penyumbang inflasi pada Maret 2026

Jayapura (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua menyebut sebanyak 20 komoditas dominan memberikan andil terhadap inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) pada Maret 2026 di Bumi Cenderawasih.
Kepala BPS Papua Adriana Helena Carolina di Jayapura, Rabu, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan indeks harga konsumen (IHK) di Provinsi Papua, pada Maret 2026 terjadi inflasi y-on-y sebesar 3,50 persen.
Dia menyebut komoditas yang menyumbang inflasi tahunan tersebut, antara lain emas perhiasan, tarif listrik, daging ayam ras, ikan tuna, cabai rawit, beras, tomat, kangkung, dan uang sekolah menengah pertama.
Selain itu, kontribusi dari komponen ikan cakalang, sigaret putih mesin, sate, uang sekolah dasar, rekreasi, ikan kakap merah, sepeda motor, buah pinang, sigaret kretek mesin, kopi bubuk, serta pemeliharaan atau servis.
Menurut Adriana, inflasi tersebut terjadi karena kenaikan IHK dari 105,10 pada Maret 2025 menjadi 108,78 pada Maret 2026.
Sementara itu, inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) tercatat sebesar 0,70 persen dan inflasi tahun kalender year-to-date (y-to-d) sebesar 0,41 persen.
Dia menjelaskan inflasi y-on-y dipicu oleh kenaikan sejumlah kelompok pengeluaran, terutama makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,65 persen serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 5,00 persen.
"Selain itu, komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y, antara lain tarif angkutan udara, uang sekolah menengah atas, ikan mumar, ikan kawalina, bawang putih, sabun detergen bubuk, bayam, sepatu anak, bensin, hingga tarif angkutan laut," ujarnya.
Sementara inflasi bulanan, komoditas yang dominan menyumbang inflasi m-to-m, antara lain daging ayam ras, cabai rawit, tarif angkutan udara, buah pinang, sate, ikan cakalang, serta beras.
Adapun komoditas yang memberikan andil deflasi m-to-m, di antaranya sawi hijau, bawang merah, buncis, ikan kawalina, tarif angkutan laut, hingga telur ayam ras.
Sementara itu Plt Kepala Dinas Pangan Provinsi Papua Sri Utami mengatakan bakal terus melakukan pemantauan harga bahan pangan di sejumlah pasar tradisional guna menjaga stabilitas harga setelah hari besar keagamaan nasional (HBKN) Idul Fitri.
"Pemantauan dilakukan secara rutin untuk memastikan harga tetap terkendali serta ketersediaan pasokan mencukupi di tingkat pedagang," katanya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
