Logo Header Antaranews Papua

BPS sebut tiga negara tujuan utama jadi ekspor besar Papua pada Februari 2026

Kamis, 2 April 2026 12:26 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen saat menghadiri kegiatan Ekspor ikan tuna bertempat Pelabuhan Jayapura, Kota Jayapura, Papua pada beberapa waktu lalu. (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Jayapura (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua menyebut tiga negara tujuan utama masih menjadi penyumbang terbesar ekspor dari Papua yakni Australia, Korea Selatan, dan Papua Nugini pada Februari 2026.

Kepala BPS Papua, Adriana Helena Carolina di Jayapura, Rabu mengatakan, di mana Australia menjadi tujuan ekspor terbesar dengan nilai mencapai 3.699,94 ribu dolar AS atau sekitar 54,84 persen dari total ekspor Papua.

"Kemudian disusul Korea Selatan sebesar 1.882,13 ribu dolar AS atau 27,89 persen, serta Papua Nugini senilai 458,06 ribu dolar AS atau 6,79 persen," katanya

Menurut Adriana, lalu untuk Selandia Baru sebesar 456,49 ribu dolar AS atau 6,77 persen. Sementara itu, Jepang dan Malaysia tidak mencatatkan nilai ekspor pada periode tersebut.

"Secara keseluruhan, total ekspor Papua pada Februari 2026 tercatat sebesar 6.747,27 ribu dolar AS. Dari jumlah tersebut, enam negara utama menyumbang 96,29 persen, sedangkan sisanya sebesar 3,71 persen berasal dari negara lainnya," ujarnya.

Dia menjelaskan, secara kumulatif, nilai ekspor Papua selama Januari hingga Februari 2026 mencapai 11.079,54 ribu dolar AS, meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

"Berdasarkan data di mana secara umum, kinerja ekspor Papua pada Februari 2026 menunjukkan peningkatan signifikan," katanya lagi.

Dia menambahkan, dengan nilai ekspor tercatat sebesar 6.747,27 ribu dolar AS atau naik 55,74 persen dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 4.332,27 ribu dolar AS,.

"Sehingga dilihat dari jenisnya, ekspor Papua masih didominasi sektor nonmigas yang mencapai 99,62 persen dengan nilai 6.721,31 ribu dolar AS. Sementara ekspor migas hanya menyumbang 0,38 persen atau senilai 25,97 ribu dolar AS," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026