Pelindo IV perbaiki lapangan penumpukan Pelabuhan Jayapura
Selasa, 22 November 2016 19:02 WIB
Pelabuhan Jayapura (Foto: Antara Papua/Dhias)
Jayapura (Antara Papua) - Manajemen PT. Pelindo IV melakukan perbaikan sebagian lapangan penumpukan di Pelabuhan Jayapura untuk memaksimalkan proses keluar masuk barang di lokasi tersebut.
"Ini adalah program investasi 2016 untuk pembangunan `rafting seaway` (lapangan penumpukan) dan pembangunan jalur RTG. Juga untuk memperluas lapangan penumpukan dan menambah panjang jalur RTG," ujar Manager Teknik PT. Pelindo IV cabang Jayapura Rachmadani, di Jayapura, Selasa.
Ia menjelaskan luas lapangan penumpukan yang dibangun 6.000 meter persegi, sementara luas areal totalnya mencapai 2,5 hektare, dan mampu memuat sekitar 6.664 kontainer.
"Jadi dulunya sudah rusak dan kini kita bangun dan samakan levelnya dengan lapangan yang lain karena sebelumnya dia ada di bawah. Ini kami kerja mulai Juni dan ditargetkan selesai Desember 2016, anggarannya sekitar Rp3 miliar," kata dia.
Sementara Manager Pelayanan Jasa dan Aneka Usaha Pelindo IV Cabang Jayapura, Balthasar Uniwally menjelaskan investasi ini untuk peningkatan mutu lapangan penumpukan yang dulunya dibuat dengan standarisasi yang cukup baik, hanya saja yang kali ini dibuatkan sekaligus dengan jalur RPG.
"Ini dibuat supaya penumpukan peti kemas bisa lebih baik, jadi sama dengan peningkatan mutu layanan. Jadi kalau sebelumnya penumpukan bisa mencapai empat, dengan RPG bisa sampai lima tumpukan," ujar dia.
Dengan peningkatan tersebut, ia berharap jumlah penumpukan peti kemas bisa meningkat setelah pada 2015 mengalami penurunan.
"Di 2015 ada penurunan di banding 2014 yang mencapai 82.000 theus, sedangkan pada 2015 hanya 78.000 theus," kata Baltashar. (*)
"Ini adalah program investasi 2016 untuk pembangunan `rafting seaway` (lapangan penumpukan) dan pembangunan jalur RTG. Juga untuk memperluas lapangan penumpukan dan menambah panjang jalur RTG," ujar Manager Teknik PT. Pelindo IV cabang Jayapura Rachmadani, di Jayapura, Selasa.
Ia menjelaskan luas lapangan penumpukan yang dibangun 6.000 meter persegi, sementara luas areal totalnya mencapai 2,5 hektare, dan mampu memuat sekitar 6.664 kontainer.
"Jadi dulunya sudah rusak dan kini kita bangun dan samakan levelnya dengan lapangan yang lain karena sebelumnya dia ada di bawah. Ini kami kerja mulai Juni dan ditargetkan selesai Desember 2016, anggarannya sekitar Rp3 miliar," kata dia.
Sementara Manager Pelayanan Jasa dan Aneka Usaha Pelindo IV Cabang Jayapura, Balthasar Uniwally menjelaskan investasi ini untuk peningkatan mutu lapangan penumpukan yang dulunya dibuat dengan standarisasi yang cukup baik, hanya saja yang kali ini dibuatkan sekaligus dengan jalur RPG.
"Ini dibuat supaya penumpukan peti kemas bisa lebih baik, jadi sama dengan peningkatan mutu layanan. Jadi kalau sebelumnya penumpukan bisa mencapai empat, dengan RPG bisa sampai lima tumpukan," ujar dia.
Dengan peningkatan tersebut, ia berharap jumlah penumpukan peti kemas bisa meningkat setelah pada 2015 mengalami penurunan.
"Di 2015 ada penurunan di banding 2014 yang mencapai 82.000 theus, sedangkan pada 2015 hanya 78.000 theus," kata Baltashar. (*)
Pewarta : Pewarta: Dhias Suwandi
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisi IV DPR Papua Pegunungan minta pemda bangun sarana olahraga di Jayawijaya
17 April 2026 8:47 WIB
Komisi IV DPR RI mendorong percepatan modernisasi sektor pertanian di Papua
31 October 2025 17:14 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI: Papua miliki potensi besar di bidang pertanian
31 October 2025 11:17 WIB
DPR Papeg dorong pembangunan Trans Pegunungan Tengah Papua Wereka-Ilu Puncak Jaya
02 September 2025 17:38 WIB
Komisi IV DPRP Papeg berharap pemprov-pusat terlibat penanganan banjir
15 April 2025 16:45 WIB, 2025
Pemprov Papua Pegunungan bekali 273 ASN mengisi jabatan eselon III dan IV
19 February 2025 14:10 WIB, 2025
BI Papua prediksi uang tunai triwulan IV 2024 mencapai Rp7,56 triliun
14 October 2024 21:00 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Wamen Angga sebut Papua harus jadi bagian pusat konektivitas digital Asia Pasifik
08 May 2026 14:42 WIB