DLH Biak Numfor bina pokmas pengelola sampah
Kamis, 29 Maret 2018 9:13 WIB
Ilustrasi Bank Sampah (Foto: Antara News)
Biak (Antaranews Papua) - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Biak Numfor, Papua, membina kelompok masyarakat (pokmas) peduli lingkungan untuk mengelola limbah sampah guna menambah pendapatan keluarga.
"Pokmas Kandik dan Weari membentuk sub bank sampah menjadi sumber pendapatan ekonomi masyarakat dengan mengelola limbah sampah," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Biak Numfor Iwan Is Mulyanto ketika dihubungi di Biak, Kamis.
Ia menyebut pembentukan sub bank sampah di kelompok masyarakat Biak Numfor dalam beberapa bulan belakangan ini terus meningkat karena terbukti dapat memperoleh pendapatan keluarga.
Iwan Mulyanto mengakui upaya tersebut merupakan implementasi dari misi utama pemerintah pusat yang menargetkan 2020 Indonesia bebas sampah, sehingga perlu mendorong kelompok masyarakat dapat mengelola limbah sampah.
Dia menyebut volume limbah sampah yang ada di Kota Biak sekitarnya hingga tahun 2018 telah mencapai 70 ton setiap harinya.
Keberadaan sub unit bank sampah di setiap wilayah, diharapkan dapat mengurangi volume sampah harian di Kota Biak.
"Dengan beroperasinya sub unit bank sampah itu diharapkan bisa meminimalisasi beban tempat pembuangan akhir sampah (TPAS)," kata Iwan.
Ia menambahkan, upaya menyadarkan masyarakat agar dapat mengelola limbah sampah dimaksudkan agar limbah sampah yang setiap hari dibuang akan memberikan penghasilan jika warga mau melakukan pemilahan sampah untuk ditabung di bank sampah atau sub bank sampah.
Sejah ini, aktivitas pengangkutan sampah rumah tangga dan pasar tetap berlangsung normal meski telah memasuki liburan kerja menyambut perayaan Paskah. (*)
"Pokmas Kandik dan Weari membentuk sub bank sampah menjadi sumber pendapatan ekonomi masyarakat dengan mengelola limbah sampah," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Biak Numfor Iwan Is Mulyanto ketika dihubungi di Biak, Kamis.
Ia menyebut pembentukan sub bank sampah di kelompok masyarakat Biak Numfor dalam beberapa bulan belakangan ini terus meningkat karena terbukti dapat memperoleh pendapatan keluarga.
Iwan Mulyanto mengakui upaya tersebut merupakan implementasi dari misi utama pemerintah pusat yang menargetkan 2020 Indonesia bebas sampah, sehingga perlu mendorong kelompok masyarakat dapat mengelola limbah sampah.
Dia menyebut volume limbah sampah yang ada di Kota Biak sekitarnya hingga tahun 2018 telah mencapai 70 ton setiap harinya.
Keberadaan sub unit bank sampah di setiap wilayah, diharapkan dapat mengurangi volume sampah harian di Kota Biak.
"Dengan beroperasinya sub unit bank sampah itu diharapkan bisa meminimalisasi beban tempat pembuangan akhir sampah (TPAS)," kata Iwan.
Ia menambahkan, upaya menyadarkan masyarakat agar dapat mengelola limbah sampah dimaksudkan agar limbah sampah yang setiap hari dibuang akan memberikan penghasilan jika warga mau melakukan pemilahan sampah untuk ditabung di bank sampah atau sub bank sampah.
Sejah ini, aktivitas pengangkutan sampah rumah tangga dan pasar tetap berlangsung normal meski telah memasuki liburan kerja menyambut perayaan Paskah. (*)
Pewarta : Muhsidin
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina Papua bersama Pemkab Biak Numfor bersinergi jaga pasokan LPG tetap aman
17 April 2026 8:46 WIB
Kapolres Biak Numfor minta warga tak euforia berlebihan rayakan Tahun Baru 2026
29 December 2025 20:07 WIB
DPRK Biak Numfor harap program Asta Cita membangun rumah prioritas warga kampung
28 December 2025 12:30 WIB
Disdik Biak Numfor sebut program literasi tingkatkan minat membaca anak SD
28 December 2025 2:19 WIB
Pemkab Biak Numfor harap 257 kades terpilih sejahterakan warga asli Papua
21 December 2025 14:33 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Gubernur Papua sebut panen jagung jadi bukti potensi pertanian di daerah besar
01 May 2026 20:38 WIB