Warga Warsa budidayakan tanaman melinjo
Jumat, 20 Juli 2018 7:57 WIB
Tanaman melinjo (Referensi pihak ketiga)
Biak (Antaranews Papua) - Warga Kampung Imbari Distrik Warsa Kabupaten Biak Numfor, Papua, menggalakkan budidaya tanaman melinjo (gnetum gnemon) di lingkungan rumah.
Kepala Distrik Warsa Marthen Wompere di Biak, Jumat, mengakui budidaya tanaman melinjo untuk mendukung program lingkungan pemanfaatan lahan hijau rumah.
"Melalui budidaya melinjo ke depan warga mendapatkan penghasilan tambahan keluarga," ujar Marthen.
Ia mengajak kelompok tani yang membudidayakan tanaman melinjo untuk memerhatikan perawatan selama pascatanam.
Marthen menyebut tanaman melinjo banyak manfaat secara ekonomi, diantaranya buah melinjo dapat diolah menjadi keripik emping.
"Tanaman dapat diolah menjadi lauk sayur mayur sementara melinjo kaya antioksidan dan bisa meningkatkan daya tahan tubuh," katanya.
Puluhan kepala keluarga Kampung Imsbari Distrik Warsa, menurut Marthen, setahun belakangan ini menggalakkan juga tanaman buah gatal sebagai obat lokal untuk berbagai jenis penyakit.
"Pemerintah Distrik Warsa mendorong setiap kampung memanfaatkan dana desa untuk membangun sentra ekonomi kampung, ya keberadaan dana desa mampu menyelesaikan berbagai kebutuhan masyarakat kampung," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Biak Made Suaryadana mendorong warga di berbagai kampung untuk membentuk kelompok tani untuk memanfaatkan lahan pertanian setempat.
"Setiap rumah tangga diharapkan bisa memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan berbagai jenis tanaman sehingga memperoleh nilai ekonomis,"katanya.
Berdasarkan data untuk memperoleh bibit tanaman melinjo warga kampung Imsbari melakukan pembibitan sendiri dengan cara mengkoker yang dibimbing tenaga penyuluh pertanian setempat.
Kepala Distrik Warsa Marthen Wompere di Biak, Jumat, mengakui budidaya tanaman melinjo untuk mendukung program lingkungan pemanfaatan lahan hijau rumah.
"Melalui budidaya melinjo ke depan warga mendapatkan penghasilan tambahan keluarga," ujar Marthen.
Ia mengajak kelompok tani yang membudidayakan tanaman melinjo untuk memerhatikan perawatan selama pascatanam.
Marthen menyebut tanaman melinjo banyak manfaat secara ekonomi, diantaranya buah melinjo dapat diolah menjadi keripik emping.
"Tanaman dapat diolah menjadi lauk sayur mayur sementara melinjo kaya antioksidan dan bisa meningkatkan daya tahan tubuh," katanya.
Puluhan kepala keluarga Kampung Imsbari Distrik Warsa, menurut Marthen, setahun belakangan ini menggalakkan juga tanaman buah gatal sebagai obat lokal untuk berbagai jenis penyakit.
"Pemerintah Distrik Warsa mendorong setiap kampung memanfaatkan dana desa untuk membangun sentra ekonomi kampung, ya keberadaan dana desa mampu menyelesaikan berbagai kebutuhan masyarakat kampung," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Biak Made Suaryadana mendorong warga di berbagai kampung untuk membentuk kelompok tani untuk memanfaatkan lahan pertanian setempat.
"Setiap rumah tangga diharapkan bisa memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan berbagai jenis tanaman sehingga memperoleh nilai ekonomis,"katanya.
Berdasarkan data untuk memperoleh bibit tanaman melinjo warga kampung Imsbari melakukan pembibitan sendiri dengan cara mengkoker yang dibimbing tenaga penyuluh pertanian setempat.
Pewarta : Muhsidin
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Badan Pertanahan Nasional/ATR Biak serahkan dua sertifikat hak pakai sekolah
18 December 2025 21:02 WIB
Posramil Warsa membantu warga membuat hiasan Natal di sepanjang jalan
24 December 2022 2:33 WIB, 2022
Posramil Warsa laksanakan komsos untuk lebih dekat dengan warga binaan
07 December 2022 14:54 WIB, 2022
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pemprov Papua sediakan 500 lowongan bagi pencaker melalui Bursa Kerja di Jayapura
12 May 2026 16:55 WIB
PLN gandeng Kodam Cenderawasih perkuat pengamanan pembangunan kelistrikan Papua
10 May 2026 14:44 WIB
Wamen Angga sebut Papua harus jadi bagian pusat konektivitas digital Asia Pasifik
08 May 2026 14:42 WIB