Puskesmas Kokonao dua bulan tutup pelayanan
Senin, 8 Oktober 2018 17:53 WIB
Puskesmas Kokonao, di Kabupaten Mimika, Papua. (Referensi pihak ketiga)
Timika (Antaranews Papua) - Pelayanan kesehatan kepada warga Distrik Mimika Barat, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua dalam kurun waktu dua bulan terakhir terbengkalai lantaran Puskesmas Kokonao tutup pelayanan.
Kepala Distrik (Camat) Mimika Barat Christian Warinussy di Timika, Senin, mengakui pelayanan kesehatan di Puskesmas Kokonao lumpuh dalam beberapa waktu terakhir.
Bahkan lantaran tidak adanya pelayanan kesehatan oleh Puskesmas Kokonao, dilaporkan dua warga Mimika Barat meninggal dunia.
"Memang betul ada dua orang warga Mimika Barat meninggal karena sakit. Keduanya tidak dirawat di Puskesmas karena petugas tidak ada," kata Christian.
Menyikapi kondisi Puskesmas Kokonao yang tidak ada pelayanan kesehatan itu, pihak Pemerintah Distrik Mimika Barat telah melaporkan hal itu ke Dinas Kesehatan Mimika.
"Secara lisan sudah kami laporkan ke Dinkes, namun sampai sekarang belum ada tanggapan. Kami akan melaporkan secara tertulis dengan tembusan ke Sekretaris Daerah Mimika," ujar Christian.
Bangunan Puskesmas Kokonao yang seluruhnya terbuat dari bahan papan termasuk cukup megah dan diresmikan sejak 2010 semenjak kepemimpinan mantan Bupati Mimika Klemen Tinal yang kini menjabat Wakil Gubernur Papua.
Puskesmas Kokonao dirancang menjadi Puskesmas Rawat Inap Plus dengan kunjungan dokter spesialis pada saat-saat tertentu dari Timika.
Christian mengatakan ada sejumlah fasilitas Puskesmas Kokonao kini sudah mulai rusak karena sering ditinggal-pergikan oleh para petugasnya.
Persediaan obat-obatan di Puskesmas itu juga tidak memadai.
"Baru-baru ini terpaksa kami rujuk satu pasien untuk berobat di Timika karena di sini tidak pernah ada pelayanan," katanya.
Kepala Dinkes Mimika, Alfred Douw yang dihubungi terpisah mengaku belum menerima laporan soal lumpuhnya pelayanan kesehatan di Puskesmas Kokonao.
"Ada lebih dari 80 orang petugas yang kita tempatkan di Puskesmas Kokonao. Kalau diinformasikan bahwa pelayanan kesehatan di sana lumpuh, tentu ini akan segera tindaklanjuti," kata Alfred.
Ketiadaan petugas di sejumlah fasilitas Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di wilayah pedalaman dan pesisir Mimika sudah menjadi masalah klasik di Mimika.
Pada beberapa waktu lalu, warga Agimuga juga melaporkan kasus serupa.
Meski berulang-ulang menghadapi situasi dan kondisi yang sama, Pemkab Mimika hingga kini belum berani mengambil keputusan yang tegas untuk menindak oknum aparatur yang lalai melaksanakan tugasnya, bahkan terkesan membiarkan kondisi itu terus berlangsung.
Kepala Distrik (Camat) Mimika Barat Christian Warinussy di Timika, Senin, mengakui pelayanan kesehatan di Puskesmas Kokonao lumpuh dalam beberapa waktu terakhir.
Bahkan lantaran tidak adanya pelayanan kesehatan oleh Puskesmas Kokonao, dilaporkan dua warga Mimika Barat meninggal dunia.
"Memang betul ada dua orang warga Mimika Barat meninggal karena sakit. Keduanya tidak dirawat di Puskesmas karena petugas tidak ada," kata Christian.
Menyikapi kondisi Puskesmas Kokonao yang tidak ada pelayanan kesehatan itu, pihak Pemerintah Distrik Mimika Barat telah melaporkan hal itu ke Dinas Kesehatan Mimika.
"Secara lisan sudah kami laporkan ke Dinkes, namun sampai sekarang belum ada tanggapan. Kami akan melaporkan secara tertulis dengan tembusan ke Sekretaris Daerah Mimika," ujar Christian.
Bangunan Puskesmas Kokonao yang seluruhnya terbuat dari bahan papan termasuk cukup megah dan diresmikan sejak 2010 semenjak kepemimpinan mantan Bupati Mimika Klemen Tinal yang kini menjabat Wakil Gubernur Papua.
Puskesmas Kokonao dirancang menjadi Puskesmas Rawat Inap Plus dengan kunjungan dokter spesialis pada saat-saat tertentu dari Timika.
Christian mengatakan ada sejumlah fasilitas Puskesmas Kokonao kini sudah mulai rusak karena sering ditinggal-pergikan oleh para petugasnya.
Persediaan obat-obatan di Puskesmas itu juga tidak memadai.
"Baru-baru ini terpaksa kami rujuk satu pasien untuk berobat di Timika karena di sini tidak pernah ada pelayanan," katanya.
Kepala Dinkes Mimika, Alfred Douw yang dihubungi terpisah mengaku belum menerima laporan soal lumpuhnya pelayanan kesehatan di Puskesmas Kokonao.
"Ada lebih dari 80 orang petugas yang kita tempatkan di Puskesmas Kokonao. Kalau diinformasikan bahwa pelayanan kesehatan di sana lumpuh, tentu ini akan segera tindaklanjuti," kata Alfred.
Ketiadaan petugas di sejumlah fasilitas Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di wilayah pedalaman dan pesisir Mimika sudah menjadi masalah klasik di Mimika.
Pada beberapa waktu lalu, warga Agimuga juga melaporkan kasus serupa.
Meski berulang-ulang menghadapi situasi dan kondisi yang sama, Pemkab Mimika hingga kini belum berani mengambil keputusan yang tegas untuk menindak oknum aparatur yang lalai melaksanakan tugasnya, bahkan terkesan membiarkan kondisi itu terus berlangsung.
Pewarta : Evarianus Supar
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim SAR Timika mencari ABK kapal yang diduga jatuh di perairan Kokonao
23 October 2022 20:22 WIB, 2022
Tim SAR Timika lanjutkan pencarian korban tenggelam di Muara Kokonao
25 February 2022 4:07 WIB, 2022
Personel TNI bantu penyaluran beras bantuan Kemensos di Kampung Kokonao Mimika
25 August 2021 18:02 WIB, 2021
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Gubernur Tabo harap "Bunda PAUD" siapkan generasi yang andal di Papua Pegunungan
11 May 2026 13:31 WIB
Komite Eksekutif sebut "Community Gateway" jadi kemajuan internet Papua Pegunungan
09 May 2026 19:43 WIB