BBI Timika berupaya produksi 50 ribu bibit ikan unggul
Sabtu, 20 Oktober 2018 9:37 WIB
Kepala BBI Lokal Timika, Yonatan Kogoya dan stafnya di kolam-kolam BBI Lokal Timika, Kampung Bhintuka, Distrik Kuala Kencana, Timika, Jumat (19/10). (Antaranews Papua/Jeremias Rahadat)
Timika (Antaranews Papua) - Balai Benih Ikan (BBI) Lokal Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, berupaya memproduksi sebanyak 50 ribu bibit ikan unggul hingga akhir 2018.
Kepala BBI Lokal Timika Yonatan Kogoya di Timika, Sabtu, mengatakan BBI Lokal Timika baru dioptimalkan sehingga belum dapat menghasilkan 250 ribu hingga 300 ribu benih per tahun sebagaimana target idealnya.
"Namun, diupayakan dapat memproduksi sebanyak 50 ribu bibit unggul di tahun ini," ujarnya.
Yonatan mengatakan BBI Lokal Timika tahun ini melakukan pembenihan jenis ikan nila, lele dan mas setelah merevitalisasi kolam-kolam ikan yang tersedia yaitu sebanyak 17 kolam.
Dari program revitalisasi itu diharapkan dapat menghasilkan minimal 50 ribu bibit ikan unggul.
BBI Lokal Timika berfungsi menyiapkan benih unggul kepada masyarakat baik itu dalam bentuk bantuan maupun dijual untuk menambah PAD Kabupaten Mimika.
Selain itu, BBI juga menjalankan fungsi pendidikan yang mana masyarakat Mimika dapat belajar langsung cara budidaya ikan air tawar.
Bahkan, kata Yonatan, BBI telah membuka kesempatan kepada SMK di Mimika yang menggelar program praktik lapangan seperti yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.
"Secara khusus jika warga yang ingin mendapatkan bibit ikan, dapat mengajukan permohonan ke Dinas Perikanan Mimika. Petugas kemudian akan mengecek kapasitas kolam dan akan memberika bantuan sesuai kapasitas kolam dan ketersediaan bibit," ujarnya.
Jika warga ingin membeli maka dapat secara langsung mendatangi BBI Lokal Timika di kampung Bhintuka, Distrik Kuala Kencana.
Yonatan berharap agar kedepannya tanah seluas 4,2 hektare milik BBI Lokal Mimika dapat dimanfaatkan dengan penambahan kolam yang lebih banyak sebab saat ini baru tersedia 17 kolam yang hanya menggunakan menggunakan sekitar 0,7 hektare dari total luas lahan.
Kepala BBI Lokal Timika Yonatan Kogoya di Timika, Sabtu, mengatakan BBI Lokal Timika baru dioptimalkan sehingga belum dapat menghasilkan 250 ribu hingga 300 ribu benih per tahun sebagaimana target idealnya.
"Namun, diupayakan dapat memproduksi sebanyak 50 ribu bibit unggul di tahun ini," ujarnya.
Yonatan mengatakan BBI Lokal Timika tahun ini melakukan pembenihan jenis ikan nila, lele dan mas setelah merevitalisasi kolam-kolam ikan yang tersedia yaitu sebanyak 17 kolam.
Dari program revitalisasi itu diharapkan dapat menghasilkan minimal 50 ribu bibit ikan unggul.
BBI Lokal Timika berfungsi menyiapkan benih unggul kepada masyarakat baik itu dalam bentuk bantuan maupun dijual untuk menambah PAD Kabupaten Mimika.
Selain itu, BBI juga menjalankan fungsi pendidikan yang mana masyarakat Mimika dapat belajar langsung cara budidaya ikan air tawar.
Bahkan, kata Yonatan, BBI telah membuka kesempatan kepada SMK di Mimika yang menggelar program praktik lapangan seperti yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.
"Secara khusus jika warga yang ingin mendapatkan bibit ikan, dapat mengajukan permohonan ke Dinas Perikanan Mimika. Petugas kemudian akan mengecek kapasitas kolam dan akan memberika bantuan sesuai kapasitas kolam dan ketersediaan bibit," ujarnya.
Jika warga ingin membeli maka dapat secara langsung mendatangi BBI Lokal Timika di kampung Bhintuka, Distrik Kuala Kencana.
Yonatan berharap agar kedepannya tanah seluas 4,2 hektare milik BBI Lokal Mimika dapat dimanfaatkan dengan penambahan kolam yang lebih banyak sebab saat ini baru tersedia 17 kolam yang hanya menggunakan menggunakan sekitar 0,7 hektare dari total luas lahan.
Pewarta : Jeremias Rahadat
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penyidik Kejati Papua kembali tetapkan empat tersangka kasus Aero Sport Timika
30 October 2025 13:10 WIB
Pertamina pastikan pasokan BBM Pertalite-Pertamax di Mimika cukup dan aman
08 October 2025 21:04 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pemprov Papua targetkan pendapatan dari pajak kendaraan sebesar Rp81 miliar pada 2026
08 April 2026 20:32 WIB