Pendaki asal Bandung tewas tertimpa batu di puncak Cartenz
Minggu, 4 November 2018 8:57 WIB
Salah satu pemandangan Gunung Carstensz Pyramid setinggi 4.884 meter atau yang lebih dikenal dengan Puncak Jaya di Pegunungan Jayawijaya, Papua. (Antara News)
Jayapura (Antaranews Papua) - Andika Pratama (35), pendaki asal Bandung, Jawa Barat, meninggal dunia akibat kejatuhan batu saat mendaki puncak Cartenz Pyramid pada Sabtu (3/11) sekitar pukul 13.26 WIT.
Plt. Kapolres Mimika AKBP Fernando Napitupulu ketika dihubungi Antara dari Jayapura, Minggu pagi, mengatakan proses evakuasi korban sempat terkendala cuaca yang tidak mendukung.
Insiden tersebut diketahui setelah rekan korban memberitahukan peristiwa tersebut kepada Sofyan yang berada di Timika.
Proses evakuasi sempat dilakukan pada Sabtu (3/11) dengan mencarter helikopter dari Timika. Namun, karena cuaca yang tidak mendukung, ditunda hingga Minggu (4/11).
Ketika ditanya tentang jumlah rombongan yang mendaki bersama korban, AKBP Napitupulu yang juga menjabat Wadir Reskrimum Polda Papua mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui dengan pasti berapa banyak pendaki bersama korban.
"Korban naik ke "base camp" Cartenz Pyramid pada tanggal 29 Oktober lalu bersama CV Cesta Adventure sebagai agen perjalanan," kata AKBP Napitupulu.
Sementara itu, Kapolsek Tembagapura AKP Hermanto yang dihubungi melalui telepon selular dari Jayapura kepada Antara mengakui, evakuasi sudah dilaksanakan pada Minggu (4/11) sejak pukul 06.27 WIT setelah helikopter mendarat di Jellow Valley dan langsung diterbangkan ke Timika.
Jenazah Andika Pratama dievakuasi dari "base camp" ke Timika, Provinsi Papua, dengan menggunakan helikopter milik Komala Air.
"Setibanya di Timika, jenazah langsung dibawa ke RSUD Timika, sebelum diterbangkan ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda," katanya.
Plt. Kapolres Mimika AKBP Fernando Napitupulu ketika dihubungi Antara dari Jayapura, Minggu pagi, mengatakan proses evakuasi korban sempat terkendala cuaca yang tidak mendukung.
Insiden tersebut diketahui setelah rekan korban memberitahukan peristiwa tersebut kepada Sofyan yang berada di Timika.
Proses evakuasi sempat dilakukan pada Sabtu (3/11) dengan mencarter helikopter dari Timika. Namun, karena cuaca yang tidak mendukung, ditunda hingga Minggu (4/11).
Ketika ditanya tentang jumlah rombongan yang mendaki bersama korban, AKBP Napitupulu yang juga menjabat Wadir Reskrimum Polda Papua mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui dengan pasti berapa banyak pendaki bersama korban.
"Korban naik ke "base camp" Cartenz Pyramid pada tanggal 29 Oktober lalu bersama CV Cesta Adventure sebagai agen perjalanan," kata AKBP Napitupulu.
Sementara itu, Kapolsek Tembagapura AKP Hermanto yang dihubungi melalui telepon selular dari Jayapura kepada Antara mengakui, evakuasi sudah dilaksanakan pada Minggu (4/11) sejak pukul 06.27 WIT setelah helikopter mendarat di Jellow Valley dan langsung diterbangkan ke Timika.
Jenazah Andika Pratama dievakuasi dari "base camp" ke Timika, Provinsi Papua, dengan menggunakan helikopter milik Komala Air.
"Setibanya di Timika, jenazah langsung dibawa ke RSUD Timika, sebelum diterbangkan ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda," katanya.
Pewarta : Evarukdijati
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Papua menyita 97 kilogram ganja asal PNG dari 167 tersangka pengedar
11 November 2025 17:03 WIB
Polresta Jayapura Kota selama delapan bulan menyita 27 kilogram ganja asal PNG
28 October 2025 16:17 WIB
Polda Papua tangkap warga asing asal China terlibat investasi tambang ilegal
16 September 2025 21:47 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Komite Eksekutif sebut "Community Gateway" jadi kemajuan internet Papua Pegunungan
09 May 2026 19:43 WIB