Jamaah haji -- Padang Arafah diguyur hujan deras saat wukuf
Minggu, 11 Agustus 2019 9:10 WIB
Jabal Rahmah di Padang Arafah diguyur hujan deras saat wukuf, Sabtu (10/8/2019). (ANTARA/Hanni Sofia)
Mekkah (ANTARA) - Wukuf di Padang Arafah tahun ini diwarnai anomali cuaca ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut bahkan hingga ke Puncak Jabal Rahmah.
Jamaah yang berada di Jabal Rahmah, gunung (bukit batu) yang berada tak jauh dari tenda jamaah di Arafah, Sabtu, serentak meneriakkan kalimat pujian Ilahi saat hujan tiba-tiba turun dengan deras. “Allahu Akbar! La illa ha illallah,” teriak jamaah hampir serentak.
Mereka mendaki Jabal Rahmah setelah mengikuti salat Zuhur dan khutbah wukuf berjamaah di Arafah.
Awalnya cuaca terik dirasakan di sekitar Arafah hingga orang yang akan mendaki Jabal Rahmah merasakan panas sehingga banyak diantaranya menggunakan payung.
Banyak jamaah yang memilih untuk memanjatkan doa di Jabal Rahmah saat wukuf. Tempat itu memang jamak dipadati jamaah karena banyak yang meyakini berdoa saat wukuf di Jabal Rahmah merupakan tempat yang mustajab.
Cuaca yang awalnya terik dan menyengat, seketika tertutup awan mendung dan tak lama kemudian hujan deras mengguyur. Hujan mengguyur disertai petir yang menyambar.
Hujan berlangsung selama sekitar dua jam dari mulai pukul 14.00 hingga 16.00 waktu setempat. Setelah itu cuaca kembali cerah berawan. Namun, justru banyak jamaah yang bertahan di Jabal Rahmah untuk meneruskan doa mereka.
Tak lama kemudian hujan mereda, namun cuaca tetap terasa teduh berawan sehingga cukup ramah untuk jamaah dari Indonesia.
Jamaah yang berada di Jabal Rahmah, gunung (bukit batu) yang berada tak jauh dari tenda jamaah di Arafah, Sabtu, serentak meneriakkan kalimat pujian Ilahi saat hujan tiba-tiba turun dengan deras. “Allahu Akbar! La illa ha illallah,” teriak jamaah hampir serentak.
Mereka mendaki Jabal Rahmah setelah mengikuti salat Zuhur dan khutbah wukuf berjamaah di Arafah.
Awalnya cuaca terik dirasakan di sekitar Arafah hingga orang yang akan mendaki Jabal Rahmah merasakan panas sehingga banyak diantaranya menggunakan payung.
Banyak jamaah yang memilih untuk memanjatkan doa di Jabal Rahmah saat wukuf. Tempat itu memang jamak dipadati jamaah karena banyak yang meyakini berdoa saat wukuf di Jabal Rahmah merupakan tempat yang mustajab.
Cuaca yang awalnya terik dan menyengat, seketika tertutup awan mendung dan tak lama kemudian hujan deras mengguyur. Hujan mengguyur disertai petir yang menyambar.
Hujan berlangsung selama sekitar dua jam dari mulai pukul 14.00 hingga 16.00 waktu setempat. Setelah itu cuaca kembali cerah berawan. Namun, justru banyak jamaah yang bertahan di Jabal Rahmah untuk meneruskan doa mereka.
Tak lama kemudian hujan mereda, namun cuaca tetap terasa teduh berawan sehingga cukup ramah untuk jamaah dari Indonesia.
Pewarta : Hanni Sofia
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nakes jaga 3.976 KPPS pada 568 TPS Kabupaten Jayapura sukseskan Pemilu
10 February 2024 13:16 WIB, 2024
Azyumardi Azra minta Presiden Jokowi keluarkan Perppu batalkan UU 19/2019
14 June 2021 15:45 WIB, 2021
Robert Lewandowski kawinkan gelar Pemain dan Penyerang Terbaik UEFA 2019/20
02 October 2020 3:23 WIB, 2020
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Indonesia tidak akan izinkan bangun pangkalan militer asing di tanah air
18 April 2025 15:53 WIB, 2025
Kemenlu RI pastikan Indonesia berkontribusi lebih di kawasan Pasifik
14 October 2024 20:59 WIB, 2024