Kemenko PMK: Distribusi bantuan untuk warga Nduga jangan di Wamena
Selasa, 5 November 2019 18:24 WIB
Pertemuan pejabat Kemenko PMK dengan pemerintah Jayawijaya dan Nduga di Jayawijaya, Selasa. (5/11). (ANTARA/Marius Frisson Yewun)
Wamena (ANTARA) - Pejabat Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko MPK) minta distribusi bantuan kepada warga Kabupaten Nduga, Papua, jangan lagi diserahkan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya sebab bantuan itu tidak akan sampai kepada mereka yang berhak menerima.
Deputi 1 Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana pada Kemenko (PMK) Dody Usodo Hargo di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Selasa, mengatakan tidak ada lagi pengungsi Nduga yang berada di Jayawijaya.
"Saya bilang jangan terima informasi dari mana pun juga. Jadi selesai. Tutup, tidak ada lagi pengungsi. Kalau mau bantu pengungsi di empat distrik yang terkena dampak, harus sampai di Nduga, jangan kita hanya kirim tetapi tidak cek sampai atau tidak kiriman itu," katanya.
Pengungsi yang sebelumnya mengungsi ke Jayawijaya pasca-baku tembak TNI/Polri melawan KKB di Nduga pada Desember 2018 sudah kembali ke distrik mereka di Kabupaten Nduga.
Kesimpangsiuran informasi yang diterima menurut dia, menyebabkan bantuan pemerintah kepada masyarakat Nduga tidak benar-benar menyentuh mereka yang terkena dampak penembakan-penembakan pada Desember lalu.
"Saya punya dokumen yang terima bukan masyarakat di sana. Masyarakat di sini (Jayawijaya) yang terima. Sedangkan pemerintah Nduga mengatakan sudah tidak ada warga dari distrik sana yang mengungsi di Jayawijaya," katanya.
Ia mengatakan hingga minggu kemarin bantuan pemerintah masih terus disalurkan dan belum tentu bantuan itu sampai di Nduga.
"Kalau penduduk Distrik Mbua (kabupaten Nduga) yang sudah lahir besar di Kabupaten Jayawijaya, dia bukan pengungsi, dia memang sudah tinggal di sini," katanya.
Deputi 1 Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana pada Kemenko (PMK) Dody Usodo Hargo di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Selasa, mengatakan tidak ada lagi pengungsi Nduga yang berada di Jayawijaya.
"Saya bilang jangan terima informasi dari mana pun juga. Jadi selesai. Tutup, tidak ada lagi pengungsi. Kalau mau bantu pengungsi di empat distrik yang terkena dampak, harus sampai di Nduga, jangan kita hanya kirim tetapi tidak cek sampai atau tidak kiriman itu," katanya.
Pengungsi yang sebelumnya mengungsi ke Jayawijaya pasca-baku tembak TNI/Polri melawan KKB di Nduga pada Desember 2018 sudah kembali ke distrik mereka di Kabupaten Nduga.
Kesimpangsiuran informasi yang diterima menurut dia, menyebabkan bantuan pemerintah kepada masyarakat Nduga tidak benar-benar menyentuh mereka yang terkena dampak penembakan-penembakan pada Desember lalu.
"Saya punya dokumen yang terima bukan masyarakat di sana. Masyarakat di sini (Jayawijaya) yang terima. Sedangkan pemerintah Nduga mengatakan sudah tidak ada warga dari distrik sana yang mengungsi di Jayawijaya," katanya.
Ia mengatakan hingga minggu kemarin bantuan pemerintah masih terus disalurkan dan belum tentu bantuan itu sampai di Nduga.
"Kalau penduduk Distrik Mbua (kabupaten Nduga) yang sudah lahir besar di Kabupaten Jayawijaya, dia bukan pengungsi, dia memang sudah tinggal di sini," katanya.
Pewarta : Marius Frisson Yewun
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolres AKBP Alfredo: Delapan warga Distrik Meborok dilaporkan terseret banjir
05 November 2025 21:40 WIB
Kapolres Nduga: Satu korban hanyut di Distrik Dal ditemukan meninggal dunia
05 November 2025 3:06 WIB
Pemkab Nduga salurkan bantuan Rp200 juta dua distrik terdampak banjir-tanah longsor
04 November 2025 15:54 WIB
Pemprov Papeg salurkan beras 4 ton untuk pengungsi bencana banjir Kabupaten Nduga
03 November 2025 16:55 WIB
15 orang hilang terseret banjir saat seberangi sungai Panpan di Distrik Dal Nduga
03 November 2025 13:55 WIB
TNI resmikan jembatan gantung Kampung Dal Kabupaten 0Nduga Papua Pegunungan
25 October 2025 19:06 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemprov Papua Pegunungan bangun penampungan bagi warga tidak mampu di Jayawijaya
25 April 2026 14:41 WIB