Gereja Katolik Indonesia dukung kebijakan pemerintah pencegahan COVID-19
Minggu, 22 Maret 2020 5:34 WIB
Arsip foto. Umat Katolik melaksanakan ibadah misa harian dengan menjaga jarak di Gereja Maria Ratu Damai, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (20/3/2020). ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/ama.
Jakarta (ANTARA) - Gereja dan umat Katolik Indonesia mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya menanggulangi penyebaran virus SARS-CoV-2, penyebab penyakit COVID-19.
"Gereja katolik Indonesia bagian dari negara kesatuan Republik Indonesia, siap untuk bersama-sama melaksanakan bela negara dan cinta tanah air," kata Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta Romo Adi Prasojo dalam Konferensi Pers di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan selain sepakat untuk mengikuti arahan pemerintah, Gereja Katolik Indonesia juga meminta seluruh keuskupan di Indonesia untuk meniadakan misa peribadatan harian maupun mingguan dan semua ritual peribadatan yang melibatkan dan mendatangkan banyak orang, baik di tingkat paroki, lingkungan wilayah dan sebagainya.
Mulai 21 Maret hingga 3 April 2020 dan setelahnya, Gereja Katolik akan mengevaluasi sesuai kebijakan dan arahan dari pemerintah.
Lebih lanjut, Romo Adi Prasojo juga mengatakan bahwa rumah sakit, para dokter, perawat dan tenaga medis siap mengambil bagian untuk menjadi relawan membantu pemerintah melawan wabah COVID-19.
Kemudian, ormas Katolik seperti Wanita Katolik Republik Indonesia, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia, Pemuda Katolik, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia dan Forum Masyarakat Katolik Indonesia serta universitas-universitas Katolik, lembaga-lembaga dan elemen Katolik lain bersedia untuk menjadi relawan mendukung pemerintah dan bersama-sama menghadapi wabah COVID-19.
Sementara itu, ia juga menyampaikan kesiapan para cendekiawan dan ilmuwan Katolik untuk ikut memberikan sumbang saran bagi pemerintah dalam melawan COVID-19.
"Gereja katolik Indonesia bagian dari negara kesatuan Republik Indonesia, siap untuk bersama-sama melaksanakan bela negara dan cinta tanah air," kata Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta Romo Adi Prasojo dalam Konferensi Pers di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan selain sepakat untuk mengikuti arahan pemerintah, Gereja Katolik Indonesia juga meminta seluruh keuskupan di Indonesia untuk meniadakan misa peribadatan harian maupun mingguan dan semua ritual peribadatan yang melibatkan dan mendatangkan banyak orang, baik di tingkat paroki, lingkungan wilayah dan sebagainya.
Mulai 21 Maret hingga 3 April 2020 dan setelahnya, Gereja Katolik akan mengevaluasi sesuai kebijakan dan arahan dari pemerintah.
Lebih lanjut, Romo Adi Prasojo juga mengatakan bahwa rumah sakit, para dokter, perawat dan tenaga medis siap mengambil bagian untuk menjadi relawan membantu pemerintah melawan wabah COVID-19.
Kemudian, ormas Katolik seperti Wanita Katolik Republik Indonesia, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia, Pemuda Katolik, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia dan Forum Masyarakat Katolik Indonesia serta universitas-universitas Katolik, lembaga-lembaga dan elemen Katolik lain bersedia untuk menjadi relawan mendukung pemerintah dan bersama-sama menghadapi wabah COVID-19.
Sementara itu, ia juga menyampaikan kesiapan para cendekiawan dan ilmuwan Katolik untuk ikut memberikan sumbang saran bagi pemerintah dalam melawan COVID-19.
Pewarta : Katriana
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Papua Selatan sebut Gereja Katolik Santa Maria Fatima jadi ikon Merauke
08 April 2026 20:30 WIB
PLN Papua: 43 personel amankan listrik untuk ibadah Katolik di Vanimo
08 September 2024 16:35 WIB, 2024
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemkot Jayapura pastikan pelayanan pendidikan dan bantuan sosial tepat sasaran
21 May 2026 14:57 WIB
KPU Papua Pegunungan beri bantuan sosial ke pengungsi di Wamena pascaperang suku
19 May 2026 13:56 WIB
Pemprov Papua Selatan ajak warga Merauke dukung program pembangunan berkelanjutan
18 May 2026 16:59 WIB