Pegawai RS Tarakan berikan penghormatan terakhir jenazah perawat Shelly
Senin, 20 April 2020 17:32 WIB
Pegawai Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat memberikan penghormatan terakhir saat melepas keberangkatan jenazah perawat Shelly Ziendia Putri, Minggu (19/4/2020). (ANTARA/HO-@tonyariaagung).
Jakarta (ANTARA) - Pegawai Rumah Sakit Tarakan Jakarta Pusat melepas keberangkatan jenazah perawat Shelly Ziendia Putri dengan penghormatan terakhir, Minggu (19/4).
"Penghormatan terakhir ini merupakan bentuk solidaritas sesama profesi saat rekan mereka wafat dalam tugas," ujar Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah di Jakarta, Senin sore.
Pelepasan jenazah perawat yang bertugas di tim Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinas Kesehatan DKI itu viral di berbagai akun media sosial seperti di Instagram, Senin.
Salah satunya seperti yang diposting oleh @tonyariaagung, dalam video berdurasi kurang dari sepuluh detik itu menggambarkan suasana haru pelepasan jenazah Shelly.
Puluhan pegawai berseragam biru berjajaran di sisi lintasan keluar parkiran gedung IGD RS Tarakan seraya memberikan penghormatan terakhir pada jasad almarhumah yang dibawa oleh ambulans.
Harif mengatakan Shelly menjalani tugas terakhirnya di AGD Dinkes DKI dan wafat di RSUD Tarakan.
"Memang salah satu tugas yang almarhumah emban adalah mengantar pasien rujukan COVID-19 ke sejumlah rumah sakit," ujarnya. Postingan duka cita Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) atas wafatnya Shelly Ziendia Putri dalam mengemban tugas mengantar pasien rujukan COVID-19. (ANTARA/HO-PPNI)
"Terakhir dirawat dengan status PDP (pasien dalam pengawasan), tapi untuk positif atau tidaknya, kita belum tahu," ujar Harif.
Perempuan berkerudung itu dikabarkan wafat pada Minggu (19/4) pukul 20.50 WIB.
Pernyataan duka cita juga datang dari Keluarga Besar Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI).
Shelly menjadi perawat ke-16 yang telah gugur selama mengemban tugas sebagai perawat pasien COVID-19 di Indonesia.
"Penghormatan terakhir ini merupakan bentuk solidaritas sesama profesi saat rekan mereka wafat dalam tugas," ujar Ketua Umum DPP PPNI Harif Fadhillah di Jakarta, Senin sore.
Pelepasan jenazah perawat yang bertugas di tim Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinas Kesehatan DKI itu viral di berbagai akun media sosial seperti di Instagram, Senin.
Salah satunya seperti yang diposting oleh @tonyariaagung, dalam video berdurasi kurang dari sepuluh detik itu menggambarkan suasana haru pelepasan jenazah Shelly.
Puluhan pegawai berseragam biru berjajaran di sisi lintasan keluar parkiran gedung IGD RS Tarakan seraya memberikan penghormatan terakhir pada jasad almarhumah yang dibawa oleh ambulans.
Harif mengatakan Shelly menjalani tugas terakhirnya di AGD Dinkes DKI dan wafat di RSUD Tarakan.
"Memang salah satu tugas yang almarhumah emban adalah mengantar pasien rujukan COVID-19 ke sejumlah rumah sakit," ujarnya. Postingan duka cita Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) atas wafatnya Shelly Ziendia Putri dalam mengemban tugas mengantar pasien rujukan COVID-19. (ANTARA/HO-PPNI)
"Terakhir dirawat dengan status PDP (pasien dalam pengawasan), tapi untuk positif atau tidaknya, kita belum tahu," ujar Harif.
Perempuan berkerudung itu dikabarkan wafat pada Minggu (19/4) pukul 20.50 WIB.
Pernyataan duka cita juga datang dari Keluarga Besar Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI).
Shelly menjadi perawat ke-16 yang telah gugur selama mengemban tugas sebagai perawat pasien COVID-19 di Indonesia.
Pewarta : Andi Firdaus
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Jayawijaya dukung pembukaan pos vaksinasi di Bandar Udara Wamena
15 July 2022 19:57 WIB, 2022
Dinkes Biak miliki 90 vaksinator layani vaksinasi COVID-19 selama Lebaran
03 May 2022 17:50 WIB, 2022
Presiden Jokowi tekankan vaksin penguat seiring warga mudik capai 79 juta
30 March 2022 18:15 WIB, 2022
Kemenkes mencatat 68 persen pasien COVID-19 meninggal karena belum vaksin
16 February 2022 11:26 WIB, 2022
Sebanyak 18 ribu penerima vaksin COVID-19 belum terdata di Kemenkes
03 February 2022 13:48 WIB, 2022
Presiden Joko Widodo minta masyarakat lakukan vaksinasi "booster" COVID-19
18 January 2022 17:01 WIB, 2022