Menko PMK Muhadjir Effendy raih penghargaan menteri terbaik dari Obsession Award
Jumat, 4 Desember 2020 16:52 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. ANTARA/HO-Kemenko PMK
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mendapatkan penghargaan Best Ministers atau Menteri Terbaik dalam ajang Obsession Award 2020 yang diselenggarakan oleh Obsession Media Group (OMG).
"Suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi saya mendapatkan penghargaan sebagai Best Ministers dalam ajang Obsession Award 2020," ujar Menko Muhadjir dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.
Muhadjir pernah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) pada Kabinet Kerja di periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kemudian, dia terpilih kembali ke dalam jajaran menteri di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 sebagai Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Prestasi Muhadjir tak lepas dari eksistensinya sebagai seorang pendidik, di antaranya menjadi Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (1986-sekarang), dan dosen Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Malang dan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (2000-2016).
Saat menjabat sebagai Mendikbud, kementerian yang dipimpinnya dianugerahi Penghargaan UNESCO-Hamdan bin Rashid Al-Maktoum untuk Praktik Luar Biasa dan Kinerja dalam Meningkatkan Efektivitas Guru.
Saat ini, Kemenko PMK yang dipimpin olehnya terus memperkuat peran koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian berbagai macam kebijakan pemerintah melalui kementerian teknis dan lembaga terkait.
"Saya mengucapkan terima kasih. Semoga dengan adanya penghargaan ini bisa memicu semangat kita bersama dalam melaksanakan pembangunan manusia dan kebudayaan," kata Menko Muhadjir.
"Suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi saya mendapatkan penghargaan sebagai Best Ministers dalam ajang Obsession Award 2020," ujar Menko Muhadjir dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.
Muhadjir pernah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) pada Kabinet Kerja di periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kemudian, dia terpilih kembali ke dalam jajaran menteri di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 sebagai Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Prestasi Muhadjir tak lepas dari eksistensinya sebagai seorang pendidik, di antaranya menjadi Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (1986-sekarang), dan dosen Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Malang dan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (2000-2016).
Saat menjabat sebagai Mendikbud, kementerian yang dipimpinnya dianugerahi Penghargaan UNESCO-Hamdan bin Rashid Al-Maktoum untuk Praktik Luar Biasa dan Kinerja dalam Meningkatkan Efektivitas Guru.
Saat ini, Kemenko PMK yang dipimpin olehnya terus memperkuat peran koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian berbagai macam kebijakan pemerintah melalui kementerian teknis dan lembaga terkait.
"Saya mengucapkan terima kasih. Semoga dengan adanya penghargaan ini bisa memicu semangat kita bersama dalam melaksanakan pembangunan manusia dan kebudayaan," kata Menko Muhadjir.
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menko PMK Muhadjir Effendy minta nakes di Papua tetap jalankan tugas
21 September 2021 3:01 WIB, 2021
Plt Mensos: Kekuatan solidaritas sosial tentukan Indonesia hadapi COVID-19
17 December 2020 12:07 WIB, 2020
Muhadjir Effendy minta dukungan media perkuat sosialisasi program Kemensos
14 December 2020 15:41 WIB, 2020
Menko PMK Muhadjir Effendy canangkan Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Papua
27 November 2020 3:03 WIB, 2020
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
BBPJN tangani longsor di ruas Jalan Trans Papua segmen Yetti-Senggi-Mamberamo
26 April 2026 17:48 WIB
Gubernur sebut program rehabilitasi RTLH tingkatkan kualitas hidup warga Papua
17 April 2026 8:48 WIB
Pemkot Jayapura harap partai politik penerima dana hibah tingkatkan kualitas demokrasi
15 April 2026 10:52 WIB
Gubernur Papua sebut Dana Otsus Rp12,69 T dapat percepat bangun daerah tertinggal
14 April 2026 18:41 WIB