Hampir 30 persen ekspor emas Brazil dari tambang ilegal
Selasa, 31 Agustus 2021 10:36 WIB
Arsip - Kapal keruk emas terlihat di tepi Sungai Uraricoera saat badan lingkungan Brasil menggelar operasi melawan penambangan emas ilegal di tanah adat di hutan hujan Amazon, Roraima, Brasil April 2016. (ANTARA/Reuters)
Brazilia (ANTARA) - Sebuah laporan menunjukkan bahwa sekitar 28 persen dari ekspor emas Brazil pada 2019 dan 2020 kemungkinan berasal dari tambang ilegal.
Temuan itu mengindikasikan meningkatnya tindak pemalsuan dokumen dan kurangnya penegakan hukum yang tegas.
Laporan dari jaksa federal dan Universitas Minas Gerais menemukan indikasi adanya pelanggaran hukum terkait ekspor 48,9 ton emas dalam periode dua tahun.
Penambang liar di Brazil sering mengekstraksi emas dari kawasan terlarang, seperti cagar alam yang dilindungi atau tanah adat.
Penambangan tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan itu mendorong deforestasi di hutan hujan Amazon dan terbukti meracuni sungai dengan merkuri.
Laporan tersebut hanya memeriksa emas yang terdaftar di pemerintah federal terkait pembayaran pajak logam mulia. Referensi silang dilakukan dengan citra satelit di lokasi tambang yang dilaporkan.
Jumlah emas yang dilaporkan dari daerah tersebut melampaui kapasitas sumbernya, menurut laporan itu.
"Ada upaya untuk melakukan pencucian emas ini, untuk menyembunyikan asal usulnya. Namun lewat referensi silang dengan gambar, tidak mungkin emas ini berasal dari tempat yang dilaporkan," kata Raoni Rajao, profesor manajemen lingkungan di Universitas Minas Gerais yang menjadi penulis laporan itu.
Untuk 6,3 ton emas, daerah yang dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai asal emas tidak menunjukkan bukti adanya penambangan lewat citra satelit.
Sisanya dilaporkan berasal dari tempat-tempat yang berbatasan dengan hutan lindung yang menunjukkan tanda-tanda telah dirusak oleh penambang.
Data pemerintah menunjukkan bahwa 111 ton emas diekspor pada 2020, lebih banyak dari total produksi 92 ton, yang menunjukkan sebagian di antaranya mungkin berasal dari sumber ilegal, kata laporan itu.
Kementerian Pertambangan dan Energi Brazil belum memberikan komentar.
Pada 2019 dan 2020, Kanada, Swiss, dan Inggris membeli 72 persen ekspor emas Brazil.
Sumber: Reuters
Temuan itu mengindikasikan meningkatnya tindak pemalsuan dokumen dan kurangnya penegakan hukum yang tegas.
Laporan dari jaksa federal dan Universitas Minas Gerais menemukan indikasi adanya pelanggaran hukum terkait ekspor 48,9 ton emas dalam periode dua tahun.
Penambang liar di Brazil sering mengekstraksi emas dari kawasan terlarang, seperti cagar alam yang dilindungi atau tanah adat.
Penambangan tanpa memperhatikan kelestarian lingkungan itu mendorong deforestasi di hutan hujan Amazon dan terbukti meracuni sungai dengan merkuri.
Laporan tersebut hanya memeriksa emas yang terdaftar di pemerintah federal terkait pembayaran pajak logam mulia. Referensi silang dilakukan dengan citra satelit di lokasi tambang yang dilaporkan.
Jumlah emas yang dilaporkan dari daerah tersebut melampaui kapasitas sumbernya, menurut laporan itu.
"Ada upaya untuk melakukan pencucian emas ini, untuk menyembunyikan asal usulnya. Namun lewat referensi silang dengan gambar, tidak mungkin emas ini berasal dari tempat yang dilaporkan," kata Raoni Rajao, profesor manajemen lingkungan di Universitas Minas Gerais yang menjadi penulis laporan itu.
Untuk 6,3 ton emas, daerah yang dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai asal emas tidak menunjukkan bukti adanya penambangan lewat citra satelit.
Sisanya dilaporkan berasal dari tempat-tempat yang berbatasan dengan hutan lindung yang menunjukkan tanda-tanda telah dirusak oleh penambang.
Data pemerintah menunjukkan bahwa 111 ton emas diekspor pada 2020, lebih banyak dari total produksi 92 ton, yang menunjukkan sebagian di antaranya mungkin berasal dari sumber ilegal, kata laporan itu.
Kementerian Pertambangan dan Energi Brazil belum memberikan komentar.
Pada 2019 dan 2020, Kanada, Swiss, dan Inggris membeli 72 persen ekspor emas Brazil.
Sumber: Reuters
Pewarta : Azis Kurmala
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim SAR gabungan evakuasi jenazah dari tambang emas ilegal di Batu Putih Jayapura
18 February 2026 13:34 WIB
Wali Kota Jayapura minta lurah jaga lingkungan dari pendulangan emas ilegal
05 January 2026 6:31 WIB
Polda Papua melimpahkan kasus tambang ilegal libatkan WNA China ke jaksa Jayapura
30 November 2025 5:22 WIB
NPCI: Kabupaten Jayapura sumbang empat emas kontingen Papua di Peparnas XI Jakarta
09 November 2025 13:57 WIB
Pemkab Tolikara mrnbangun generasi sehat dan cerdas lewat Program 1.000 HPK
15 October 2025 7:37 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Indonesia tidak akan izinkan bangun pangkalan militer asing di tanah air
18 April 2025 15:53 WIB, 2025
Kemenlu RI pastikan Indonesia berkontribusi lebih di kawasan Pasifik
14 October 2024 20:59 WIB, 2024