Mahasiswa di Jayawijaya demonstrasi tolak kenaikan harga BBM
Kamis, 8 September 2022 19:55 WIB
Mahasiswa di Jayawijaya melakukan demonstrasi menolak kenaikan BBM. ANTARA/Marius Frisson Yewun
Wamena (ANTARA) - Mahasiswa 12 kampus di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Ketua BEM Unaim Yapis Wamena, Wahyu Adi Pratama, Kamis, saat membacakan pernyataan sikap, menyatakan menolak kenaikan BBM serta minta transparansi kuota BBM di Jayawijaya.
"Kami minta pemerintah relokasi anggaran dari lembaga lain dan difokuskan untuk pembelian BBM serta memperpanjang batas pelayanan BBM di APMS," katanya.
Mahasiswa meminta pemerintah segera mengendalikan kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) akibat kenaikan BBM, serta mengusut mafia BBM, mengawal dan menertibkan BBM mahal di tingkat pengecer.
"Kami juga minta DPRD mengawal dan usut mutilasi warga sipil di Kabupaten Mimika," katanya.
Dalam orasi mahasiswa, mereka mengatakan COVID-19 sudah menghancurkan perekonomian warga sehingga harga BBM tidak harus dinaikkan.
"Dari jauh, mama penjual sayur naik taksi dengan harga mahal karena BBM naik, syukur kalau sayur laku, kalau tidak laku masyarakat mau makan apa. Biaya pendidikan pasti naik. Yang dinaikkan itu upah buruh, bukan harga BBM," katanya.
Ketua DPRD Jayawijaya Matias Tabuni mengatakan kenaikan harga BBM juga berdampak kepada wakil rakyat, sehingga aspirasi protes warga itu akan disampaikan ke Jakarta.
"Tugas kami, aspirasi tidak akan tinggal di sini, kami akan teruskan ke provinsi, tetapi saya dan teman-teman bisa juga antar langsung ke DPR RI dalam waktu dekat," katanya.*
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mahasiswa Jayawijaya demonstrasi tolak kenaikan harga BBM
Ketua BEM Unaim Yapis Wamena, Wahyu Adi Pratama, Kamis, saat membacakan pernyataan sikap, menyatakan menolak kenaikan BBM serta minta transparansi kuota BBM di Jayawijaya.
"Kami minta pemerintah relokasi anggaran dari lembaga lain dan difokuskan untuk pembelian BBM serta memperpanjang batas pelayanan BBM di APMS," katanya.
Mahasiswa meminta pemerintah segera mengendalikan kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) akibat kenaikan BBM, serta mengusut mafia BBM, mengawal dan menertibkan BBM mahal di tingkat pengecer.
"Kami juga minta DPRD mengawal dan usut mutilasi warga sipil di Kabupaten Mimika," katanya.
Dalam orasi mahasiswa, mereka mengatakan COVID-19 sudah menghancurkan perekonomian warga sehingga harga BBM tidak harus dinaikkan.
"Dari jauh, mama penjual sayur naik taksi dengan harga mahal karena BBM naik, syukur kalau sayur laku, kalau tidak laku masyarakat mau makan apa. Biaya pendidikan pasti naik. Yang dinaikkan itu upah buruh, bukan harga BBM," katanya.
Ketua DPRD Jayawijaya Matias Tabuni mengatakan kenaikan harga BBM juga berdampak kepada wakil rakyat, sehingga aspirasi protes warga itu akan disampaikan ke Jakarta.
"Tugas kami, aspirasi tidak akan tinggal di sini, kami akan teruskan ke provinsi, tetapi saya dan teman-teman bisa juga antar langsung ke DPR RI dalam waktu dekat," katanya.*
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mahasiswa Jayawijaya demonstrasi tolak kenaikan harga BBM
Pewarta : Marius Frisson Yewun
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina pastikan stok BBM wilayah 3T di Papua aman jelang Idul Fitri 1447 Hijriah
08 March 2026 20:37 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemkot Jayapura pastikan pelayanan pendidikan dan bantuan sosial tepat sasaran
21 May 2026 14:57 WIB
KPU Papua Pegunungan beri bantuan sosial ke pengungsi di Wamena pascaperang suku
19 May 2026 13:56 WIB
Pemprov Papua Selatan ajak warga Merauke dukung program pembangunan berkelanjutan
18 May 2026 16:59 WIB