Siswa 13 SMP Supiori ikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer
Rabu, 21 September 2022 15:53 WIB
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Supiori Rafles Ngilamele S.STP, M.Si. ANTARA/Muhsidin
Biak (ANTARA) - Para siswa dari 13 sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Supiori, Papua mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun pelajaran 2022/2023.
"Tujuan ANBK mendiagnosa kekurangan dan kelebihan sekolah untuk digunakan pada perencanaan program pendidikan," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Supiori Rafles Ngilamele seusai membuka lokakarya literasi numeric di Biak, Rabu.
Rafles mengakui dua hari pelaksanaan ANBK di 13 SMP Kabupaten Supiori berjalan dengan aman dan lancar hingga selesai 21 September 2022.
Melalui ANBK, menurut Rafles, diharapkan terpetakan kondisi suatu sekolah yang bisa memberikan perlakuan pada komponen yang kurang, baik dari input, output, proses, sampai pada kemampuan guru dan lingkungan sekolah.
Rafles berharap dengan adanya pemetaan yang tepat bisa memberikan perlakuan khusus kepada sekolah tertentu.
"Ya misalnya di sekolah ketika kurang sarana pendukung belajar atau ternyata yang kurang proses pembelajaran dan di situ semua akan kelihatan melalui ANBK,"ujarnya.
Rafles menambahkan ANBK diperlukan untuk menilai efektivitas pembelajaran dan ketercapaian kurikulum pada satuan pendidikan.
Diakui Rafles, ANBK sendiri adalah sebuah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah dan kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah.
"Saya bersyukur 100 persen dari 13 SMP dapat melaksanakan ANBK hingga selesai,"ujar Kadisdikbud Supiori Rafles.
ANBK merupakan program penilaian terhadap mutu pendidikan di sekolah baik itu tingkat SD, MI, MTs, SMP dan tingkat selanjutnya. ANBK juga menilai kinerja dari sekolah dan guru.
"Tujuan ANBK mendiagnosa kekurangan dan kelebihan sekolah untuk digunakan pada perencanaan program pendidikan," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Supiori Rafles Ngilamele seusai membuka lokakarya literasi numeric di Biak, Rabu.
Rafles mengakui dua hari pelaksanaan ANBK di 13 SMP Kabupaten Supiori berjalan dengan aman dan lancar hingga selesai 21 September 2022.
Melalui ANBK, menurut Rafles, diharapkan terpetakan kondisi suatu sekolah yang bisa memberikan perlakuan pada komponen yang kurang, baik dari input, output, proses, sampai pada kemampuan guru dan lingkungan sekolah.
Rafles berharap dengan adanya pemetaan yang tepat bisa memberikan perlakuan khusus kepada sekolah tertentu.
"Ya misalnya di sekolah ketika kurang sarana pendukung belajar atau ternyata yang kurang proses pembelajaran dan di situ semua akan kelihatan melalui ANBK,"ujarnya.
Rafles menambahkan ANBK diperlukan untuk menilai efektivitas pembelajaran dan ketercapaian kurikulum pada satuan pendidikan.
Diakui Rafles, ANBK sendiri adalah sebuah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah dan kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah.
"Saya bersyukur 100 persen dari 13 SMP dapat melaksanakan ANBK hingga selesai,"ujar Kadisdikbud Supiori Rafles.
ANBK merupakan program penilaian terhadap mutu pendidikan di sekolah baik itu tingkat SD, MI, MTs, SMP dan tingkat selanjutnya. ANBK juga menilai kinerja dari sekolah dan guru.
Pewarta : Muhsidin
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Supiori selamatkan uang Otsus Rp1,3 miliar penanganan kasus korupsi
03 October 2025 11:49 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemprov Papua Pegunungan dukung pembukaan lahan pertanian 800 hektare di Jayawijaya
22 April 2026 11:40 WIB
Wali Kota Jayapura serahkan bantuan keagamaan Rp100 juta bagi TK di Kotaraja
20 April 2026 19:01 WIB