BBMKG nyatakan Informasi terkait gempa susulan di Jayapura tidak benar
Sabtu, 11 Februari 2023 1:02 WIB
Informasi yang beredar terkait adanya gempa susulan di Kota Jayapura (ANTARA/HO-BBMKG Wilayah V Jayapura)
Jayapura (ANTARA) - Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura Yustus Rumakiek mengatakan informasi yang beredar di masyarakat terkait gempa susulan di Jayapura tidak benar (hoax).
"Informasi gempa susulan itu tidak benar dan BMKG tidak pernah memberikan pernyataan tersebut," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jayapura, Jumat.
Menurut Yustus, hingga kini belum ada teknologi yang mampu untuk memprediksi parameter gempa bumi, seperti lokasi, waktu, kedalaman dan magnitudo gempa bumi.
"Sehingga, kami mengimbau kepada masyarakat di wilayah Jayapura agar tetap tenang serta waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan," ujarnya.
Ia meminta agar masyarakat dapat memastikan kondisi bangunan tempat tinggal kuat dan tahan gempa serta hindari beraktivitas di sekitar bangunan yang sudah rusak atau terlihat retakan akibat gempa bumi.
"Pastikan jalur evakuasi dari dalam rumah ke luar rumah tidak terdapat penghalang yang dapat mempersulit evakuasi saat terjadi gempa bumi," katanya.
Ia berharap masyarakat dapat membuat rencana kedaruratan untuk level keluarga, seperti menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, pakaian secukupnya dan makanan siap saji.
"Masyarakat yang tinggal di lereng-lereng agar mewaspadai kemungkinan longsor akibat gempa bumi," katanya.
Pada kesempatan itu, pihaknya meminta seluruh masyarakat di Jayapura bisa memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan di media sosial Balai Besar MKG Wilayah V melalui Instagram dan twitter @InfoBMKGPapua.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BBMKG: Informasi terkait gempa susulan di Jayapura tidak benar
"Informasi gempa susulan itu tidak benar dan BMKG tidak pernah memberikan pernyataan tersebut," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jayapura, Jumat.
Menurut Yustus, hingga kini belum ada teknologi yang mampu untuk memprediksi parameter gempa bumi, seperti lokasi, waktu, kedalaman dan magnitudo gempa bumi.
"Sehingga, kami mengimbau kepada masyarakat di wilayah Jayapura agar tetap tenang serta waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan," ujarnya.
Ia meminta agar masyarakat dapat memastikan kondisi bangunan tempat tinggal kuat dan tahan gempa serta hindari beraktivitas di sekitar bangunan yang sudah rusak atau terlihat retakan akibat gempa bumi.
"Pastikan jalur evakuasi dari dalam rumah ke luar rumah tidak terdapat penghalang yang dapat mempersulit evakuasi saat terjadi gempa bumi," katanya.
Ia berharap masyarakat dapat membuat rencana kedaruratan untuk level keluarga, seperti menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, pakaian secukupnya dan makanan siap saji.
"Masyarakat yang tinggal di lereng-lereng agar mewaspadai kemungkinan longsor akibat gempa bumi," katanya.
Pada kesempatan itu, pihaknya meminta seluruh masyarakat di Jayapura bisa memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan di media sosial Balai Besar MKG Wilayah V melalui Instagram dan twitter @InfoBMKGPapua.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BBMKG: Informasi terkait gempa susulan di Jayapura tidak benar
Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor : Hendrina Dian Kandipi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Jayapura perkuat komitmen zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi
23 April 2026 9:33 WIB
Pemprov tekankan pentingnya industri hijau ramah lingkungan di wilayah Papua Pegunungan
01 April 2026 14:04 WIB
BI perkuat layanan kas keliling di wilayah 3T Papua jelang Lebaran 1447 Hijriah
18 March 2026 14:07 WIB
Jasa Raharja Papua beri layanan kesehatan gratis bagi pemudik di Pelabuhan Jayapura
17 March 2026 9:19 WIB
Pertamina pastikan stok BBM wilayah 3T di Papua aman jelang Idul Fitri 1447 Hijriah
08 March 2026 20:37 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Polres Jayawijaya sebut 24 korban tenggelam di Sungai Uwe Wamena telah dievakuasi
18 May 2026 11:47 WIB
Polda Papua kirim 300 personel brimob untuk pertebal pengamanan Wamena Jayawijaya
17 May 2026 17:42 WIB
Satgas Pamtas Yonif 511/DY tanamkan nilai bela negara bagi pemuda Mamberamo Raya
17 May 2026 17:41 WIB