Logo Header Antaranews Papua

BI perkuat layanan kas keliling di wilayah 3T Papua jelang Lebaran 1447 Hijriah

Rabu, 18 Maret 2026 14:07 WIB
Image Print
Petugas Bank Indonesia melayani kas keliling di salah satu daerah 3T Papua. ANTARA/HO-Bank Indonesia Papua

Jayapura, Papua (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua memperkuat penyediaan uang rupiah layak edar bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) melalui layanan kas keliling menjelang Lebaran 1447 H.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Warsono di Jayapura, Papua, Rabu, mengatakan kegiatan kas keliling yang dilakukan ini juga sebagai upaya agar sistem pembayaran dapat berjalan lancar, khususnya menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026,

"Pada kas keliling tersebut dilaksanakan di Kabupaten Waropen, Distrik Atsj Kabupaten Asmat, serta Wamena di Papua Pegunungan," katanya.

Menurut Warsono, kegiatan ini perlu dilakukan guna memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang rupiah dalam jumlah cukup, pecahan sesuai, dan kondisi layak edar.

"Pada kegiatan di Waropen, kami membuka layanan penukaran uang di Pasar Uri dan Bank Papua setempat, yang disambut antusias masyarakat untuk menukarkan uang tidak layak edar menjadi uang layak edar," ujarnya.

Dia menjelaskan sementara itu, di Distrik Atsj, Kabupaten Asmat, BI harus menempuh perjalanan udara dan dilanjutkan dengan transportasi sungai untuk menjangkau lokasi.

"Sedangkan, kegiatan kas keliling di Wamena difokuskan pada pemenuhan kebutuhan uang pecahan kecil yang banyak dibutuhkan dalam transaksi di pasar tradisional, sekaligus mendukung pengendalian inflasi di daerah tersebut," katanya lagi.

Dia menambahkan selain layanan penukaran, BI juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya merawat uang rupiah, mengingat kondisi geografis wilayah yang lembap.

"Selain menyediakan layanan penukaran uang, BI juga terus mengedukasi masyarakat melalui program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, termasuk mengajak masyarakat menerapkan prinsip 5J dalam merawat uang, yakni tidak dilipat, dicoret, diremas, distapler, maupun dibasahi," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026