Dinkes Biak gencarkan layanan ABER mencegah malaria
Selasa, 28 Februari 2023 16:11 WIB
Kalangan perempuan orang asli Papua di berbagai kampung Kabupaten Biak Numfir menjadi kader malaria. ANTARA/Muhsidin
Biak (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor,Papua menggencarkan layanan pemeriksaan darah penduduk melalui Annual Blood Examination Rate (ABER) untuk mendeteksi warga positif malaria atau tidak guna dilakukan pencegahan.
"ABER adalah jumlah sediaan darah yang diperiksa dari penduduk dalam satu tahun dan dinyatakan dalam persen dan dijadikan indikator," ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Biak Numfor Ruslan Epid di Biak, Selasa
Ia mengakui, hingga saat ini angka kesakitan malaria atau Annual Parasite Incidense Kabupaten Biak Numfor masih tinggi mencapai 20,94 persen per 1.000 penduduk.
Untuk standar API malaria secara nasional, menurut Ruslan, harus kurang dari 1 per 1.000 penduduk.
"Eliminasi malaria di Biak Numfor sudah dicanangkan pada tahun 2024. Ya, jajaran Dinkes Biak Numfor terus berupaya memperoleh API malaria kurang dari satu," harap Kabid P2P Dinkes Biak Numfor Ruslan.
Diakui Ruslan, banyak upaya yang dilakukan dalam mencapai eliminasi malaria antara lain dengan advokasi dan promosi kesehatan prilaku hidup sehat bersih.
Ruslan menyebut, pencegahan malaria dilakukan juga dengan membagikan kelambu dan dilakukan pemantauan penggunaannya.
Pemerintah juga menyediakan obat antimalaria dan perluasan penemuan dini malaria serta meningkatkan kapasitas SDM kesehatan dan kerja sama lintas program dan organisasi profesi.
Ruslan mengakui, upaya yang dilakukan untuk mengatasi kasus malaria melalui pemeriksaan dengan menggunakan tes diagnostik cepat (RDT).
"Serta hingga distribusi kelambu, dan peningkatan kapasitas SDM kesehatan seperti mencetak kader malaria di berbagai kampung," ujarnya.
"ABER adalah jumlah sediaan darah yang diperiksa dari penduduk dalam satu tahun dan dinyatakan dalam persen dan dijadikan indikator," ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Biak Numfor Ruslan Epid di Biak, Selasa
Ia mengakui, hingga saat ini angka kesakitan malaria atau Annual Parasite Incidense Kabupaten Biak Numfor masih tinggi mencapai 20,94 persen per 1.000 penduduk.
Untuk standar API malaria secara nasional, menurut Ruslan, harus kurang dari 1 per 1.000 penduduk.
"Eliminasi malaria di Biak Numfor sudah dicanangkan pada tahun 2024. Ya, jajaran Dinkes Biak Numfor terus berupaya memperoleh API malaria kurang dari satu," harap Kabid P2P Dinkes Biak Numfor Ruslan.
Diakui Ruslan, banyak upaya yang dilakukan dalam mencapai eliminasi malaria antara lain dengan advokasi dan promosi kesehatan prilaku hidup sehat bersih.
Ruslan menyebut, pencegahan malaria dilakukan juga dengan membagikan kelambu dan dilakukan pemantauan penggunaannya.
Pemerintah juga menyediakan obat antimalaria dan perluasan penemuan dini malaria serta meningkatkan kapasitas SDM kesehatan dan kerja sama lintas program dan organisasi profesi.
Ruslan mengakui, upaya yang dilakukan untuk mengatasi kasus malaria melalui pemeriksaan dengan menggunakan tes diagnostik cepat (RDT).
"Serta hingga distribusi kelambu, dan peningkatan kapasitas SDM kesehatan seperti mencetak kader malaria di berbagai kampung," ujarnya.
Pewarta : Muhsidin
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolres Biak Numfor minta warga tak euforia berlebihan rayakan Tahun Baru 2026
29 December 2025 20:07 WIB
DPRK Biak Numfor harap program Asta Cita membangun rumah prioritas warga kampung
28 December 2025 12:30 WIB
Disdik Biak Numfor sebut program literasi tingkatkan minat membaca anak SD
28 December 2025 2:19 WIB
Pemkab Biak Numfor harap 257 kades terpilih sejahterakan warga asli Papua
21 December 2025 14:33 WIB
Pemkab Biak Numfor perbaharui data potensi objek pajak-retribusi daerah 2026
20 December 2025 22:57 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Dishub Jayawijaya pastikan lima lampu pengatur lalu lintas beroperasi optimal
26 January 2026 16:02 WIB