BNPB: Sampah sumber awal terjadi bencana alam
Selasa, 30 April 2024 12:38 WIB
Widyaswara Ahli Muda Pusdiklat PB BNPB Sentul Bogor Jajat Suarjat. (ANTARA/Agustina Estevani Janggo)
Timika (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sentul Bogor mengatakan sampah menjadi sumber awal terjadinya bencana alam, akibat kebiasaan membuang sampah sembarangan oleh masyarakat.
Widyaswara Ahli Muda Pusdiklat PB BNPB Sentul Bogor Jajat Suarjat kepada ANTARA di Timika, Selasa, mengatakan dirinya memberikan penguatan pada sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) rawan bencana yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
"Jadi memang penyebab utama sering terjadinya bencana banjir yakni kebiasaan membuang sampah sembarangan ke sungai," katanya.
Menurut Jajat, edukasi bagi masyarakat sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan mengenai dampak dari membuang sampah sembarangan di sungai.
"Kita perlu menyadarkan masyarakat bahwa membuang sampah ke sungai akan sangat tinggi potensi terjadi banjir," ujarnya.
Dia menjelaskan jika kejadian bencana sering terjadi, maka yang harus dilakukan yakni mitigasi dengan melihat potensi-potensi daerah yang rawan mengalami bencana banjir.
"Kita bisa lihat daerah mana saja yang tanggulnya jebol maka dibuatkan proses mitigasinya, dengan bekerjasama dengan BMKG dan Badan Waduk Sungai (BWS)," katanya lagi.
Dia menambahkan BMKG berfungsi memberikan peringatan dini jadwal hujan lebat terjadi pada bulan apa, dan BWS memberitahukan informasi sungai yang rawan terjadi bencana.
"BPBD sendiri bertugas mengkoordinir semua stakeholder termasuk masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan banjir, jika sudah terlanjur terjadi maka BPBD harus menjadi koordinator tanggap darurat guna menyelamatkan masyarakat," ujarnya lagi.*
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BNPB: Sampah sumber awal terjadi bencana
Widyaswara Ahli Muda Pusdiklat PB BNPB Sentul Bogor Jajat Suarjat kepada ANTARA di Timika, Selasa, mengatakan dirinya memberikan penguatan pada sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) rawan bencana yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
"Jadi memang penyebab utama sering terjadinya bencana banjir yakni kebiasaan membuang sampah sembarangan ke sungai," katanya.
Menurut Jajat, edukasi bagi masyarakat sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan mengenai dampak dari membuang sampah sembarangan di sungai.
"Kita perlu menyadarkan masyarakat bahwa membuang sampah ke sungai akan sangat tinggi potensi terjadi banjir," ujarnya.
Dia menjelaskan jika kejadian bencana sering terjadi, maka yang harus dilakukan yakni mitigasi dengan melihat potensi-potensi daerah yang rawan mengalami bencana banjir.
"Kita bisa lihat daerah mana saja yang tanggulnya jebol maka dibuatkan proses mitigasinya, dengan bekerjasama dengan BMKG dan Badan Waduk Sungai (BWS)," katanya lagi.
Dia menambahkan BMKG berfungsi memberikan peringatan dini jadwal hujan lebat terjadi pada bulan apa, dan BWS memberitahukan informasi sungai yang rawan terjadi bencana.
"BPBD sendiri bertugas mengkoordinir semua stakeholder termasuk masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan banjir, jika sudah terlanjur terjadi maka BPBD harus menjadi koordinator tanggap darurat guna menyelamatkan masyarakat," ujarnya lagi.*
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BNPB: Sampah sumber awal terjadi bencana
Pewarta : Agustina Estevani Janggo
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Jayapura tingkatkan kesiagaan melalui pengadaan mobil pemadam kebakaran
08 December 2025 17:25 WIB
BPBD Biak Numfor usulkan pembangunan talud guna mencegah abrasi di kepulauan Auki
05 December 2025 16:09 WIB
BPBD Papua ajak warga Biak Numfor tingkatkan kesiapsiagaan antisipasi bencana
03 December 2025 11:38 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemkot Jayapura pastikan pelayanan pendidikan dan bantuan sosial tepat sasaran
21 May 2026 14:57 WIB
KPU Papua Pegunungan beri bantuan sosial ke pengungsi di Wamena pascaperang suku
19 May 2026 13:56 WIB
Pemprov Papua Selatan ajak warga Merauke dukung program pembangunan berkelanjutan
18 May 2026 16:59 WIB