Lanud Timika amankan objek vital nasional di Papua Tengah
Minggu, 2 Juni 2024 18:07 WIB
Danlanud Yohanis Kapiyau Timika Letkol Pnb Kamto Adi Saputra (HO-Penerangan Lanud Yohanis Kapiyau Timika)
Timika (ANTARA) - Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Yohanis Kapiyau Timika di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah memiliki peranan penting dalam mengamankan objek vital nasional di daerah tersebut, termasuk Bandar Udara Moses Kilangin.
Komandan Lanud (Danlanud) Yohanis Kapiyau Timika Letkol Pnb Kamto Adi Saputra dalam keterangan tertulis di Timika, Minggu, mengatakan pihaknya mengikuti rapat komite keamanan bandara dan latihan keadaan darurat skala kecil (Tabletop Exercise) 2024, guna mengamankan objek vital nasional di daerah ini.
“Sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2024, tentang pengamanan objek vital nasional, maka kami berkewajiban memberikan pengamanan atas instruksi tersebut,” katanya.
Menurut Danlanud, objek vital nasional seperti Bandar Udara Moses Kilangin Timika memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan bangsa dan negara.
“Aspek pendukung kehidupan bangsa dan negara pada sebuah objek vital nasional yakni ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan,” ujarnya.
Dia menjelaskan untuk itu maka diperlukan penyaman persepsi, komunikasi dan koordinasi bersama pihak UPBU Bandar Udara Moses Kilangin Timika guna mengambil langkah-langkah yang tepat.
“Dalam hal ini TNI Angkatan Udara memiliki peranan penting dan harus terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait pengamanan objek vital nasional di daerah,” katanya lagi.
Kepala Unik Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Moses Kilangin Timika Asep Soekarjo menambahkan bahwa bandara merupakan salah satu objek vital nasional dengan transportasi tercepat melalui jalur udara.
“Untuk saat ini transportasi tercepat yakni melalui jalur udara, jika terjadi sesuatu maka bandara harus diamankan terlebih dahulu untuk itu keamanannya harus terjaga dengan melibatkan pihak terkait seperti Lanud Yohanis Kapiyau Timika,” katanya.
Komandan Lanud (Danlanud) Yohanis Kapiyau Timika Letkol Pnb Kamto Adi Saputra dalam keterangan tertulis di Timika, Minggu, mengatakan pihaknya mengikuti rapat komite keamanan bandara dan latihan keadaan darurat skala kecil (Tabletop Exercise) 2024, guna mengamankan objek vital nasional di daerah ini.
“Sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2024, tentang pengamanan objek vital nasional, maka kami berkewajiban memberikan pengamanan atas instruksi tersebut,” katanya.
Menurut Danlanud, objek vital nasional seperti Bandar Udara Moses Kilangin Timika memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan bangsa dan negara.
“Aspek pendukung kehidupan bangsa dan negara pada sebuah objek vital nasional yakni ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan,” ujarnya.
Dia menjelaskan untuk itu maka diperlukan penyaman persepsi, komunikasi dan koordinasi bersama pihak UPBU Bandar Udara Moses Kilangin Timika guna mengambil langkah-langkah yang tepat.
“Dalam hal ini TNI Angkatan Udara memiliki peranan penting dan harus terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait pengamanan objek vital nasional di daerah,” katanya lagi.
Kepala Unik Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Moses Kilangin Timika Asep Soekarjo menambahkan bahwa bandara merupakan salah satu objek vital nasional dengan transportasi tercepat melalui jalur udara.
“Untuk saat ini transportasi tercepat yakni melalui jalur udara, jika terjadi sesuatu maka bandara harus diamankan terlebih dahulu untuk itu keamanannya harus terjaga dengan melibatkan pihak terkait seperti Lanud Yohanis Kapiyau Timika,” katanya.
Pewarta : Agustina Estevani Janggo
Editor : Muhsidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penyidik Kejati Papua kembali tetapkan empat tersangka kasus Aero Sport Timika
30 October 2025 13:10 WIB
Pertamina pastikan pasokan BBM Pertalite-Pertamax di Mimika cukup dan aman
08 October 2025 21:04 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Pemprov Papua sebut tokoh adat jadi jembatan aspirasi pemerintah dan rakyat
15 February 2026 10:48 WIB
Menteri Pigai ingatkan kesadaran HAM harus dibangun masif dari kampus Papua
20 January 2026 4:47 WIB