Jayapura (ANTARA) - Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri memastikan pemerintah provinsi berkomitmen mempercepat pemerataan pasokan energi hingga ke pelosok daerah sebagai langkah konkret mendukung kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
"Pada Senin (10/11) saya telah melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung di Jakarta di mana kami membahas bagaimana percepatan pembangunan sektor energi dan pertambangan bisa dilakukan," katanya di Jayapura, Selasa (11/11).
Menurut Fakhiri, ke depan pihaknya akan menata ulang kawasan pertambangan.
"Agar masyarakat adat dapat terlibat langsung dalam kegiatan ekonomi, sekaligus memastikan pembangunan sektor energi menjangkau seluruh wilayah, termasuk kampung-kampung terpencil," ujarnya.
Dia menjelaskan Papua induk harus lebih terang terlebih dahulu sampai ke kampung-kampung guna membuka akses dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di pinggiran.
"Sehingga infrastruktur energi menjadi dasar bagi Papua untuk bergerak menuju percepatan pembangunan di provinsi induk, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan yang memiliki potensi besar di sektor pertambangan," katanya lagi.
Dia menambahkan oleh sebab itu kerja sama dengan Kementerian ESDM menjadi langkah strategis untuk mengonsolidasikan penetapan wilayah usaha pertambangan dan mempercepat dokumen percepatan usaha tambang di wilayah tersebut.
“Sebagai provinsi induk, kami perlu membenahi dan menata kembali apa yang sudah dilakukan sebelumnya agar pembangunan energi dan tambang berjalan sesuai arah kebijakan nasional,” ujarnya.
Dia menjelaskan pihaknya berharap adanya percepatan pembangunan energi agar dapat menghadirkan Papua sebagai pusat layanan dan industri daerah timur Indonesia.
"Dengan begitu mampu meningkatkan pendapatan asli daerah serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," katanya.