Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi ( Pemprpv) Papua melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat menyebutkan sebanyak tiga Kampung Nelayan Merah Putih direncanakan dibangun di Papua pada 2026 sebagai bagian dari program nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Kepala DKP Papua Imam Djuniawal di Jayapura, Minggu, mengatakan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tersebut bertujuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir serta meningkatkan nilai tambah hasil perikanan tangkap.
“Tiga kampung nelayan merah putih tersebut yakni di Kabupaten Sarmi, Supiori dan Waropen," katanya.
Menurut Imam, program ini diharapkan mampu mendorong nelayan lebih mandiri melalui dukungan sarana dan prasarana yang terintegrasi.
"Apalagi pada beberapa waktu lalu Gubernur Papua Mathius D Fakhiri telah melihat langsung kampung nelayan Samber-Binyeri di Biak Numfor," ujarnya.
Dia menjelaskan sehingga kampung nelayan Merah Putih yang nantinya dikembangkan konsep perikanan terpadu dari hulu hingga hilir, mulai dari dermaga bongkar, fasilitas rantai dingin dan pembekuan ikan, hingga sarana pendukung ekonomi seperti SPBN, kedai pesisir, dan sentra kuliner.
"Selain sebagai basis pengembangan perikanan tangkap, kampung nelayan tersebut juga diarahkan menjadi kawasan pendukung pariwisata pesisir sehingga dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat," katanya lagi.
Dia menambahkan maka dari itu pihaknya berharap pemerintah kabupaten agar mendukung pembangunan kampung nelayan Merah Putih berpola reguler.
"Pembangunan tempat tersebut sangat bergantung pada dukungan dan kepercayaan masyarakat, khususnya dalam penyediaan lahan untuk pembangunan infrastruktur. Sehingga kolaborasi antara pemerintah, mitra, dan masyarakat menjadi kunci. Dengan fasilitas yang memadai, mutu hasil tangkapan bisa terjaga dan harga jual ikan meningkat,” ujarnya.