Wamena (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan mendorong pendidikan muatan lokal Bahasa Baliem di sekolah dasar (SD) setempat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Kaleb Asso di Wamena, Jumat, mengatakan, untuk mendukung kelestarian budaya, khususnya Bahasa Baliem, pihaknya telah membuat buku muatan lokal bagi pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK) dan SD.

“Kami sudah buat buku pelajaran muatan lokal Bahasa Baliem untuk digunakan semua PAUD, TK dan SD di Kabupaten Jayawijaya,” katanya.

Menurut dia, penerapan pelajaran muatan lokal penggunaan Bahasa Baliem sebagai upaya pemerintah daerah menjaga kelestarian bahasa daerah ini.

“Kami ingin Bahasa Baliem jangan punah, maka seluruh PAUD, TK, dan SD di Kabupaten Jayawijaya harus dapat menerapkan pembelajaran muatan lokal ini,” ujarnya.

Dia menjelaskan pelajaran muatan lokal Bahasa Baliem di Kabupaten Jayawijaya telah diterapkan sejak tahun 2021.

“Kami harapkan anak-anak asli Lembah Baliem dapat mengetahui dan menggunakan bahasa ibu ini dengan baik dan benar. Dan juga bagi anak-anak di luar Lembah Baliem, serta non-Papua juga harus mengetahui Bahasa Baliem sebagai bahasa komunikasi di daerah ini,” katanya.

Dia menambahkan, penerapan pelajaran muatan lokal untuk SMP dan SMA di Kabupaten Jayawijaya akan diterapkan pada tahun ajaran 2026/2027.

“Hasil sangat luar biasa penerapan pelajaran muatan lokal Bahasa Baliem di tingkat PAUD, TK, dan SD di Kabupaten Jayawijaya. Anak-anak terlihat sangat baik menggunakan Bahasa Baliem dengan penerapan yang telah dilakukan untuk percakapan kata-kata sederhana sehari-hari,” ujarnya.