Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa lebih dari 1.000 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah diberhentikan sementara (suspend) sebagai bagian dari upaya pembenahan kualitas layanan.
Menurut keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI diterima di Jakarta, Kamis, Presiden menyebut langkah itu diambil pemerintah untuk memastikan standar pelayanan gizi, kebersihan, dan keamanan pangan benar-benar terpenuhi, sehingga program dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
"Saya langsung cek. Panggil Kepala BGN dan saya terus cross-check," ujar Prabowo dalam sesi tanya jawab bersama para jurnalis dan pakar di kediamannya di Hambalang, Bogor, yang tayang Kamis (19/3).
Prabowo menyatakan kebijakan tersebut bukan berarti menghentikan program, melainkan bagian dari proses evaluasi dan perbaikan menyeluruh. Menurut dia, keputusan itu diambil setelah melakukan pengecekan langsung menyusul berbagai masukan dan kritik terhadap pelaksanaan MBG di lapangan.
Menurut Prabowo, pemerintah tidak menutup mata terhadap kritik, justru menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas program yang menyangkut masa depan generasi bangsa.
"Saya kirim orang-orang saya yang ngecek. Saya kira, kalau nggak salah ya, dari sekian puluh ribu dapur, sudah kita tutup lebih dari seribu," lanjutnya.
Prabowo menyatakan penindakan dilakukan secara tegas terhadap dapur yang tidak memenuhi standar, dengan pengawasan langsung di lapangan.
"Lebih dari seribu. Ini saya punya wakil kepala satu ibu, ibu ini, ibu Nanik ya. Ini galak sekali dia. Dia sidak terus kerjanya," katanya.
"Yang sudah di-suspend, 1.030. Dan yang kita lakukan sekarang adalah sertifikasi. Jadi kalau dapur kamu mau survive lebih dari berapa bulan, kamu harus lulus sertifikasi kebersihan, sertifikasi keamanan makanan, dicek airnya gimana, airnya aman, airnya dimasak seperti apa, kemudian omprengnya, semua itu ada kriterianya. Kalau gak beres ditutup," ujar Presiden.
Selain itu, pemerintah juga mulai menerapkan sistem standarisasi dan sertifikasi ketat bagi seluruh dapur MBG. Setiap dapur diwajibkan memenuhi kriteria kebersihan, keamanan makanan, kualitas air, serta proses pengolahan yang sesuai standar. Dapur yang tidak memenuhi persyaratan akan langsung ditangguhkan hingga dilakukan perbaikan.
Pemerintah juga membuka mekanisme pengawasan publik, dengan menyediakan akses pelaporan bagi masyarakat, sekolah, maupun orang tua untuk memantau dan melaporkan pelaksanaan program di lapangan.
Prabowo menegaskan, transparansi dan keterlibatan publik menjadi kunci agar program MBG berjalan bersih dan tepat sasaran.
"Siapapun boleh cek. Kepala sekolah, orang tua, masyarakat sekitar boleh masuk dan komplain," tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya baru dalam tata kelola program, yakni meninggalkan praktik laporan yang tidak sesuai fakta.
"Laporan yang hanya bagus-bagus itu budaya yang tidak baik. Kita harus berani menghadapi realitas," ujarnya.
Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat pengawasan, memperbaiki sistem, serta memastikan program MBG benar-benar memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo ungkap 1.000 SPPG kena suspend, pemerintah perketat standar
Prabowo berhentikan sementara 1.000 SPPG benahi kualitas layanan
Jumat, 20 Maret 2026 7:51 WIB
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berfoto bersama beberapa jurnalis senior, ekonom, dan pengamat di kediaman pribadi Presiden RI, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3/2026) ANTARA/HO-Bakom RI
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor : Hendrina Dian Kandipi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kementerian PKP pastikan bangun rumah kepala suku dan OAP di Papua Pegunungan
18 March 2026 17:16 WIB
Kemendagri pastikan lelang pembangunan KIPP Papua Pegunungan dilaksanakan Juni 2026
08 March 2026 10:28 WIB
Dekranasda dorong masyarakat adat Jayawijaya peroleh perlindungan kekayaan intelektual
03 March 2026 11:24 WIB
Terpopuler - Nasional
Lihat Juga
Kantor Pos Jayapura salurkan bantuan PKH tahap pertama bagi 159.382 KPM di Papua
08 March 2026 10:33 WIB
Menteri Komdigi sebut UU PDP tetap berlaku pada transfer data Indonesia-AS
28 February 2026 14:50 WIB