Jayapura (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) menyiagakan 1.038 personel menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah guna mengamankan kelistrikan di Papua demi kenyamanan beribadah seluruh masyarakat yang merayakan.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat Roberth Rumsaur di Jayapura, Rabu, mengatakan menjelang momen Idul Adha, BUMN kelistrikan tersebut telah menetapkan masa siaga dari 13-28 Mei 2026.
"Pada Idul Adha 1447 Hijriah ini kami menyiagakan 1.038 personel yang terdiri dari 334 pegawai, 668 tenaga alih daya dan 36 personel Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB)," katanya.
Selain itu, menurut Roberth, pihaknya juga menerapkan sistem piket bagi petugas operasional selama 24 jam yang mana ini sebagai salah satu cara untuk mengamankan dan mengantisipasi adanya gangguan kelistrikan.
"Berbagai persiapan dilakukan di antaranya yaitu melakukan inspeksi penyulang dan gardu, penyisiran serta penebangan pohon hingga memastikan ketersediaan bahan bakar seluruh pembangkit," ujar dia.
Dia menjelaskan sebagai langkah antisipatif pihaknya juga menetapkan 236 lokasi prioritas pengamanan, yang sebagian besar merupakan masjid serta lokasi pelaksanaan ibadah salat Idul Adha 2026 seperti lapangan, alun-alun, dan gedung serbaguna.
"Tidak hanya itu, para personel yang bersiaga juga didukung berbagai peralatan suplai cadangan berupa 34 unit gardu bergerak (UGB), 16 unit uninterruptible power supply (UPS) dan 74 unit mobile genset dengan kondisi siap pakai apabila kondisi gangguan terjadi," katanya lagi.
Dia menambahkan sistem kelistrikan di Tanah Papua sendiri saat ini berada dalam kondisi optimal di mana daya mampu pasok tercatat mencapai 440,5 megawatt (MW), sementara beban puncak hanya sebesar 302,5 MW, artinya terdapat cadangan daya sebesar 138 MW atau 31 persen yang cukup untuk menjaga stabilitas pasokan.
"Penggunaan listrik secara bijak dan aman, terutama di area penyembelihan hewan kurban yang bersifat terbuka sangat disarankan guna menghindari risiko korsleting akibat paparan air atau kelebihan beban pada instalasi sementara," ujar dia.