Jayapura (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Jayapura, Papua menyosialisasikan pencegahan pernikahan dini dan program gerakan Sapa Ibu Hamil (Sabumil) bagi warga di Distrik Nimboran.
"Sosialisasi pencegahan pernikahan dini dan program 'Sabumil' ini merupakan upaya kami dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di wilayah itu," kata Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Jayapura Anitha Hening Yocku dalam keterangannya di Jayapura, Kamis.
Menurut Anitha, pihaknya menekankan pentingnya menjaga kehamilan sejak dini sebagai kunci utama mencegah stunting.
"Stunting bukan hanya masalah setelah anak lahir melainkan risiko yang harus dicegah sejak ibu mengandung terutama bagi kelompok ibu hamil yang memiliki badan kurus dan gizi kurang," ujarnya.
Dia menjelaskan satu hari dalam masa kehamilan terhitung sebagai bagian dari 1.000 hari kehidupan anak yang berlangsung mulai dari kandungan hingga usia dua tahun.
"Anak sehat dimulai dari kandungan yang dijaga dengan baik sehingga kami mengimbau kepada ibu hamil wajib memeriksa kandungan secara rutin setiap bulan di puskesmas," katanya lagi.
Dia menambahkan pihaknya juga mengingatkan terkait pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sebab ASI jauh paling penting dibandingkan susu formula
Pihaknya juga menegaskan sosialisasi pencegahan pernikahan dini untuk membangun kesadaran remaja orang tua, dan masyarakat mengenai risiko fisik, mental dan sosial dari pernikahan di bawah umur.
"Kesehatan dan keselamatan keluarga bukan tanggung jawab petugas kesehatan saja tetapi juga semua pihak terutama keluarga itu sendiri," ujarnya.