Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, bersama Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Papua dan para petani melaksanakan panen padi perdana program cetak sawah di Kelurahan Koya Timur, Distrik Muara Tami.
"Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan daerah terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus upaya mengurangi ketergantungan pasokan beras dari luar daerah," kata Wali Kota Jayapura Abisai Rollo di Jayapura, Minggu.
Menurut Rollo, lahan cetak sawah rakyat yang telah disiapkan di daerah ini mencapai 100 hektare dan pihaknya berencana untuk mengembangkan lahan hingga 1.000 hektare melalui kerja sama dengan para petani di Distrik Muara Tami.
"Kalau pengembangan ini bisa mencapai 1.000 hektare maka akan sangat mendukung program nasional sekaligus membantu memenuhi kebutuhan beras di Kota Jayapura," ujarnya.
Dia menjelaskan, hingga kini kebutuhan beras masyarakat Kota Jayapura masih banyak dipasok dari luar daerah dengan demikian Distrik Muara Tami yang memiliki potensi lahan pertanian akan terus dikembangkan sebagai kawasan sentra pangan.
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Papua Aser Rouw mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Pemkot Jayapura atas sinergi yang dibangun bersama Kementerian Pertanian dalam program cetak sawah rakyat.
"Komitmen Pemkot Jayapura cukup baik untuk mendukung program ketahanan pangan apalagi saat ini ada 100 hektare lahan cetak sawah yang sedang didorong untuk pengembangannya," katanya.
Pihaknya menilai program ini mampu mengurangi ketergantungan pasokan beras dari luar Papua apalagi jika pengembangan 1.000 hektare lahan dapat terealisasi.
"Maka sekitar 10 persen ketergantungan pasokan beras dari luar daerah dapat dikurangi," ujarnya.
Dia menambahkan, pemerintah pusat juga akan memberikan dukungan secara bertahap berupa alat dan mesin pertanian termasuk mendorong pembangunan infrastruktur jalan pertanian melalui Kementerian Pertanian.
"Kami akan mendukung data dan perencanaan program ini agar produksi pangan di wilayah ini dapat meningkat secara bertahap," katanya lagi.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kota Jayapura Gerardus Ikanubun menjelaskan, total luas program cetak sawah rakyat di ibu kota Provinsi Papua tersebut Jayapura mencapai 100 hektare namun demikian, lahan yang telah siap untuk ditanami padi baru sekitar 25 hektare di mana 18,5 hektare lahan di telah ditanami padi secara bertahap.
"Untuk panen perdana saat ini kurang lebih mencapai lima hektare. Selanjutnya panen akan dilakukan secara berturut-turut dalam satu hingga dua pekan," katanya.
Dia menjelaskan, terkait pengelolaan hasil panen, pihaknya menyebut petani saat ini masih menjual hasil panen dalam bentuk gabah kepada pedagang perantara.
"Sehingga kami terus berkoordinasi dengan Bulog Papua agar ke depan hasil panen petani dapat diserap secara langsung," ujarnya.