Logo Header Antaranews Papua

Umat Kristiani Timika peringati kematian Isa Almasih

Jumat, 3 April 2015 10:59 WIB
Image Print
Pastor Bert Hogenboorn OFM membasuh kaki 12 tokoh umat Katolik Gereja Paroki St Stefanus Sempan Timika saat perayaan misa Kamis Putih, Kamis (2/4) malam. (Foto: Antara Papua/Evarianus Supar)
"Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak perlu malu untuk melakukan hal-hal biasa, bahkan hal-hal yang hina sekalipun untuk melayani sesama yang menderita dan berkekurangan serta membangun kehidupan cinta kasih," ujar Pastor Bert Hogendoorn OFM.

Timika (Antara Papua) - Umat Kristiani di Kota Timika, Papua, memperingati kematian Isa Almasih (Yesus Kristus) dengan menggelar kebaktian di sejumlah gereja, baik Katolik maupun Protestan di wilayah itu.

Pantauan Antara, Jumat, kendati cuaca kurang bersahabat lantaran hujan lebat, namun tidak menyurutkan niat umat Kristiani untuk mendatangi gereja-gereja di wilayah itu.

Di Gereja Kristen Injili (GKI) Ebenhaezer Timika, ibadah kebaktian memperingati kematian Isa Almasih berlangsung dua kali yakni pada pukul 05.00 WIT dan pukul 18.00 WIT.

Kebaktian memperingati kematian Isa Almasih dirangkaikan dengan ibadah perjamuan kudus untuk mengenang kembali peristiwa Yesus mengadakan perjamuan terakhir dengan murid-muridnya.

Sementara itu perayaan kematian Isa Almasih di Gereja-gereja Katolik baru dimulai pada pukul 15.00 WIT.

Pada Jumat pagi sejumlah gereja Katolik di Kota Timika seperti Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Gereja St Stefanus Sempan, Gereja St Petrus Karang Senang-SP3 menggelar ibadah jalan salib.

Di Gereja St Stefanus Sempan Timika, ibadah jalan salib sedianya dilaksanakan di halaman gedung gereja tersebut. Namun karena guyuran hujan lebat, ibadah jalan salib dilakukan di dalam gedung gereja.

Sebelumnya pada Kamis (2/4) malam umat Katolik memadati Gereja St Stefanus Sempan Timika untuk mengikuti perayaan Misa Kamis Putih.

Pastor Bert Hogendoorn OFM yang memimpin perayaan misa Kamis Putih menggelar ritual pembasuhan kaki 12 tokoh umat sebagai peringatan Yesus membasuh kaki 12 orang muridnya.

Pastor Hogendoorn menekankan pentingnya misi pelayanan dalam hidup bersama sebagai warga masyarakat dan bangsa.

"Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak perlu malu untuk melakukan hal-hal biasa, bahkan hal-hal yang hina sekalipun untuk melayani sesama yang menderita dan berkekurangan serta membangun kehidupan cinta kasih di antara sesama manusia maupun alam ciptaan Tuhan," ujarnya.

Perayaan Jumat Agung untuk mengenang sengsara dan kematian Isa Almasih di Gereja St Stefanus Sempan Timika pada Jumat petang akan dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Timika Mgr John Philip Saklil Pr. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026