Logo Header Antaranews Papua

Korem Biak gelar pemeriksaan awal calon bintara

Jumat, 28 Agustus 2015 13:21 WIB
Image Print
Pemeriksaan calon Bintara TNI AD (Foto: Istimewa/Pendam XVII Cenderawasih)
"Melalui kegiatan seleksi ini diharapkan diperoleh calon-calon Bintara yang berkualitas dan siap secara fisik, kesehatan maupun administrasi," kata Danrem 173/PVB Brigjen TNI Tri Soewandono.

Jayapura (Antara Papua) - Komando Resort Militer (Korem) 173/PVB selaku Panitia Sub Panda Biak melaksanakan seleksi Bintara PK TNI AD tahun 2015 di aula Cenderawasih Makorem, Kamis.

Kegiatan yang akan berlangsung selama satu pekan itu dikuti oleh 295 calon tamtama dan bintara yang berasal dari kodim-kodim di jajaran Korem 173/PVB, demikian keterangan pers yang diterima Antara Jayapura, Kamis malam.

"Melalui kegiatan seleksi ini diharapkan diperoleh calon-calon Bintara yang berkualitas dan siap secara fisik, kesehatan maupun administrasi," kata Danrem 173/PVB Brigjen TNI Tri Soewandono.

Mengenai materi pemeriksaan awal, kata Tri, meliputi pemeriksaan administrasi oleh Ajenrem 173/PVB, pemeriksaan kesehatan fisik dan diagnostik oleh tim kesehatan Denkesyah 17.04.03 Biak serta pemeriksaan postur oleh Jasrem 173/PVB.

"Pemeriksaan ini merupakan seleksi awal di Sub Panda Biak Korem 173/PVB karena para peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan pada tahap awal ini akan melanjutkan seleksi berikutnya di Panitia Daerah (Panda) Jayapura bergabung dengan para calon dari Sub Panda Jayapura, Sorong dan Merauke," katanya.

Danrem 173/PVB Brigjen TNI Tri Soewandono berpesan kepada semua anggota tim seleksi untuk dapat bertindak secara profesional dan obyektif dalam memberikan penilaiannya.

"Tidak ada pilih kasih dalam pemilihan calon. Semua calon yang memenuhi syarat sesuai norma yang telah ditentukan, dialah yang berhak mengikuti selesksi lanjutan di tingkat Kodam," katanya.

Ia mengatakan, hal itu sangat penting untuk dipahami guna mendapatkan calon-calon Bintara TNI AD benar-benar berkualitas dengan maksud agar dikemudian hari tidak ditemukan adanya prajurit yang disersi maupun sakit berat sehingga tidak dapat melanjutkan pendidikan yang diakibatkan oleh proses penyeleksian yang kurang optimal.

"Kita mempunyai tanggung jawab moral yang sangat berat dan tanggung jawab tersebut bukan hanya dari TNI selaku institusi yang memberikan tugas kepada kita, tetapi juga kepada masyarakat dan Tuhan Yang Maha Esa," katanya. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026