Logo Header Antaranews Papua

BBKSDA: ribuan Kura-kura Moncong Babi diselundupkan dari Papua

Kamis, 3 Maret 2016 18:54 WIB
Image Print
Kura-Kura Moncong Babi (Carettochelys insculpta) (Foto: Istimewa)
Jadi data yang diperoleh di lapangan itu, setiap tahunnya bisa keluar sekitar 200 ribu ekor kura-kura moncong babi di wilayah selatan Papua.

Jayapura (Antara Papua) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Papua menyatakan, ribuan kura-kura moncong babi diselundupkan dari Papua setiap tahun.

"Jadi data yang diperoleh di lapangan itu, setiap tahunnya bisa keluar sekitar 200 ribu ekor kura-kura moncong babi di wilayah selatan Papua," kata Kepala BBKSDA Provinsi Papua, Mangaraja Gunung Nababan, di Jayapura, Kamis.

Ia mengatakan hingga kini pihaknya terus berupaya agar hewan langka asal Papua tersebut tidak keluar secara ilegal.

"Hingga kini, kita juga memonitor, dari datanya kita juga bisa membuat pembinaan, dengan cara mengumpulkan data-data dan informasi dari masyarakat setempat," ujarnya.

Menurut Nababan, sebenarnya berbicara mengenai konservasi itu ada beberapa hal yang perlu diketahui yaitu adanya perlindungan dan pemanfaatan.

"Pemanfaatan itu yang perlu dilestarikan, nah hal tersebut yang kami lihat sehingga kami coba mencari pola sepanjang anaknya (tukik), telurnya diambil dimanfaatkan itu tidak ada masalah," katanya.

Karena, lanjut dia, sepanjang induknya tidak ikut diambil dan diselundupkan, karena hal tersebut sudah berlangsung sejak puluhan tahun, namun populasinya masih banyak yang utuh dan dilestarikan.

Ia menambahkan, pada Februari lalu, adanya kasus penyelundupan kura-kura moncong babi ke Tiongkok, sebanyak 6.000 ekor. Namun digagalkan oleh BBKSDA dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Jadi yang ketahuan dan tertangkap itu ada sekitar 6.000 ekor kura-kura moncong babi, yang tertangkap di Timika, Papua dan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jakarta," kata dia. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026