Logo Header Antaranews Papua

Dinkes Papua agendakan perekrutan Satgas Kesehatan 2017

Kamis, 20 Oktober 2016 14:11 WIB
Image Print
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg Aloysius Giyai, MKes. (Foto: Antara Papua/Musa Abubar)
Selama saya menjadi Kepala Dinas Kesehatan Papua tetap menurunkan Satuan Tugas Pelayanan Kesehatan Kaki Telanjang (Satgas Kijang), terapung dan terbang.

Jayapura (Antara Papua) - Dinas Kesehatan Provinsi Papua mengagendakan perekrerutan Satuan Tugas Pelayanan Kesehatan baik kaki telanjang (jalan kaki), terbang maupun terapung untuk melakukan pelayanan kesehatan di daerah terisolasi pada 2017.

"Selama saya menjadi Kepala Dinas Kesehatan Papua tetap menurunkan Satuan Tugas Pelayanan Kesehatan Kaki Telanjang (Satgas Kijang), terapung dan terbang," kata Kepala Dinas Kesehatan Papua drg Aloysius Giyai di Jayapura, Kamis.

Satgas pelayanan kesehatan kaki telanjang, terbang dan terapung akan kembali direkrut lagi di 2017 dan penempatan-nya pada Maret 2017.

"Saya harapkan perekrutan satgas di tahun 2017, jumlahnya lebih banyak lagi agar di setiap kampung yang tidak bisa dilayani secara standar kesehatan biar mereka yang melayani kesehatannya," ujarnya.

Aloysius menuturkan sebelumnya pihaknya sudah melakukan perekrutan satgas itu sejak 2015 dan ditempatkan di sejumlah titik yang susah dijangkau.

Tahun 2017 merupakan perekrutan ketiga yang akan dilakukan lagi untuk ditempatkan di sejumlah daerah yang belum mendapatkan layanan kesehatan.

Menurutnya, Satgas Kijang Kesehatan dibentuk dan diturunkan ke masing-masing kampung untuk melayani kesehatan warga di pedalaman Papua. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan visi-misi Gubernur Lukas Enembe.

"Misi dari Pak Gubernur di bidang kesehatan itu ada dua yakni pertama aksesibilitas pelayanan kesehatan dan kedua meningkatkan kualitas hidup dan derajat kesehatan rakyat," ujarnya.

Aloysius menjelaskan kampung-kampung yang hingga kini belum tersentuh pelayanan kesehatan harus dijangkau. Akan tetapi, lanjut dia, bukan hanya dijangkau saja, kualitas derajat kesehatan masyarakatnya harus ditingkatkan.

"Untuk urusan seperti ini tidak ada artinya kalau cuma menonton, model lama dimana petugas kesehatan menunggu di puskesmas, maka kualitas pelayanan kesehatannya tidak akan tercapai," ujarnya.

"Kita harus berinovasi, harus ada teknik-teknik khusus yang kita ciptakan, harus ada mekanisme baru yang kita ciptakan," ujarnya.

Dia menegaskan intinya bahwa hak kesulungan rakyat, hak kesulungan kesehatan harus dinikmati oleh rakyat kecil yang tinggal dikampung-kampung, di kepulauan dan di balik gunung, bukit dan lembah yang susah dijangkau harus menikmati layanan kesehatan.

"Jalan satu-satunya adalah pelayanan kesehatan harus dilakukan dari rumah ke rumah, dari kampung ke kampung lewat tim satgas pelayanan kesehatan kaki telanjang, terapung dan terbang itu baru bisa," ujarnya.

Tim satgas yang diturunkan baik kaki telanjang, terbang dan terapung terdiri dari dokter, bidang, perawat, ahli gizi, tenaga analis, tenaga kesehatan lingkungan, promosi kesehatan dan asisten apoteker. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026