Logo Header Antaranews Papua

DPKH Papua turunkan lima tim pantau hewan kurban

Jumat, 1 September 2017 16:50 WIB
Image Print
Petugas DPKH Papua sedang melakukan pemeriksaan Postmortem terhadap hewan kurban yang baru disembelih. (Foto: Antara Papua/Dhias Suwandi)
Dalam pelaksanaan ini kami dibagi dalam lima tim yang disebar di lima distrik, Masing-masing tim didampingi oleh dua dokter hewan sehingga memang betul-betul daging yang dihasilkan layak, aman dan sehat untuk dikonsumsi

Jayapura (Antara Papua) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua menurunkan lima tim untuk memantau kesehatan hewan kurban sebelum hingga sesudah dipotong agar dapat dipastikan kurban tersebut layak untuk di konsumsi masyarakat.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPKH Papua I Nyoman Polos, di Jayapura, Jumat, menjelaskan untuk perayaan Idul Ahda 1438 Hijriah, pihaknya fokus pada pengawasan hewan kurban di Kota Jayapura.

"Dalam pelaksanaan ini kami dibagi dalam lima tim yang disebar di lima distrik, Masing-masing tim didampingi oleh dua dokter hewan sehingga memang betul-betul daging yang dihasilkan layak, aman dan sehat untuk dikonsumsi," ujarnya.

Ia mengklaim pihaknya sudah menjalankan pemeriksaan sejak hewan kurban, yang umumnya berupa sapi, berada di tangan peternak, hingga nantinya selesai disembelih.

"Setelah kami lakukan pemeriksaan antemortem kemarin yang ada SOP pemeriksaannya, gambaran umum yang kita lihat sapi yang akan dipotong dalam kondisi sehat dan layak untuk dipotong," kata dia.

"Kami juga sempat melakukan pemeriksaan di tempat penampungan besar di Koya, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, kondisinya juga seperti itu (sapinya sehat)," sambungnya.

Nyoman menuturkan setelah hewan kurban dipotong, timnya melakukan pemeriksaan postmortem pada bagian kepala, paru-paru, hati dan jeroannya, Secara umum hasilnya daging hewan kurban dalam keadaan baik dan layak untuk dikonsumsi.

"Kebetulan di Papua, Jayapura khususnya, tidak ada penyakit-penyakit berbahaya seperti antraks, cacing pita, dan sebagainya, sehingga setelah pemeriksaan rata-rata hasilnya daging yang dihasilkan dalam keadaan sehat dan aman," ujarnya lagi.

Sementara Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKH Papua Lukas Rumere mengatakan sejauh ini hasil pemeriksanaan yang dilakukan DPKH Papua umumnya baik karena sampai saat ini belum ada temuan, dan ia memandang para pengurus Masjid sudah memahami cara merawat dan memotong hewan kurban dengan baik.

"Setiap tahun sebelum hari raya kurban kami selalu melakukan sosialisasi tentang merawat, memotong hewan kurban hingga pada pengemasannya, jadi sekarang pada umumnya para pengurus Masjid sudah paham," katanya. (*)



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026