
Peserta SMN Aceh terkejut dengar tradisi potong jari di Papua

Jayapura (Antaranews Papua) - Peserta Siswa mengenal Nusantara (SMN) asal Aceh yang sedang berada di Papua, terkejut mendengar cerita yang disampaikan kurator Museum Antropologi Universitas Cenderawasih, Enrico Kondolongit, mengenai tradisi potong jari masyarakat di pegunungan tengah Papua.
Peserta SMN Aceh yang mengunjungi Museum Antropologi Universitas Cenderawasih, di Jayapura, Kamis siang, tampak antusias mendengar penjelasan yang disampaikan Enrico.
Hanya pada saat dijelaskan bahwa tradisi potong jari dilakukan masyarakat Pegunungan tengah Papua dilakukan sebagai wujud duka atas kematian keluarganya, mereka terkejut, bahkan sampai ada yang melihat-lihat jari mereka sendiri.
Sama halnya ketika ke-26 pelajar asal Aceh tersebut mendengar adanya tradisi makan otak manusia yang dilakukan Suku Asmat, mereka pun mengekuarkan ekspresi takut.
Tetapi antusiasme mereka untuk mengenal kebudayaan, tardisi dan juga hewan langka yang merupakan endemik Papua, tetap terjaga. Hal tersebut tampak dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada kurator.
Sebanyak 26 pelajar dari Aceh telah berada di Jayapura, Papua, sejak 11 Agustus 2018, guna mengikuti kegiatan Siswa Mengenal Nusantara (SMN).
Sejauh ini mereka telah mengikuti berbagai kegiatan seperti, bedah buku "Cerita Nusantara Kami", penyambutan, mengunjungi Danau Love, menginap di Rindam XVII Cenderawasih, berbelanja di pasar Mama-Mama Papua.
Mereka dikoordinir oleh PT Pertamina (persero) dan Perum Damri selaku BUMN Person in Charge (PiC) dan Co PiC, atau pihak yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan BUMN Hadir Untuk Negeri 9BHUN) 2018 di Provinsi Papua.
Peserta SMN Aceh juga telah melakukan aksi bersih-bersih pantai Dok II, berkunjung ke Kampung Asei dan Rumah kreatif BUMN milik BNI, serta bertemu dengan Wali Kota Jayapura.
Diagendakan, puncak acara pada 17 Agustus 2018, peserta SMN Aceh akan dilepas oleh Direktur Utama Pertamina di Jayapura.
Pewarta : Dhias Suwandi
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
