Biak (ANTARA News Papua) - Pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) yang dibangun Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Papua dan Papua Barat berlokasi di Kampung Urfu Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor, Papua, ditargetkan segera beroperasi pada akhir Maret 2019.
"Untuk jaringan pembangkit listrik Biak satu yang dibangun dengan kapasitas 2X7,2 megawatt dan pembangkit Biak 2 dengan kapasitas 10 MW diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik di Biak dan Kabupaten Supiori," ujar Manager PLT Area Biak Y.Darmono, di Biak, Selasa.
Darmono mengakui mesin pembangkit listrik Urfu segera dioperasikan maka dapat menyuplai kebutuhan listrik untuk rumah tangga di Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori.
Salah satu keunggulan PLTMG dibandingkan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), menurut Darmono, lebih ramah lingkungan karena emisi gas hasil pembakaran tidak menimbulkan polusi udara.
Sedangkan keunggulan pembangkit listrik mesin gas, menurut Darmono, PLTMG adalah pembangkit yang mobile bisa dipindah-pindahkan dari satu tempat ke tempat lain.
"PLTMG adalah pembangkit dual fuel, bisa menggunakan dua jenis bahan bakar, yaitu gas bumi dan solar Marine Fuel Oil (MFO). Jika pasokan gas terhambat, PLTMG masih bisa dioperasikan dengan MFO," ujar manager PLN area Biak yang baru bertugas satu minggu di kota karang Biak.
Menyinggung elektrifikasi listrik di Papua, menurut Darmono, untuk kebutuhan listrik masyarakat Papua di kisaran di atas 77 persen.
"Kami berharap dengan rampungnya mesin PLTMG Urfu Kabupaten Biak Numfor diharapkan dapat mengdongkrak jumlah kebutuhan elektrifikasi listrik rumah tangga warga Biak khususnya,"harap Darmono.
Pantauan Antara, Selasa, sejumlah pekerja PLN tengah merampungkan pemasangan tiang listrik dari area PLTMG Urfu ke distrik Biak Kota dan distrik Samofa.