Wamena (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan, melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispersip) setempat, memastikan 34 kampung di daerah ini telah memiliki perpustakaan.
Kepala Dispersip Kabupaten Jayawijaya Primus Oagay saat dihubungi di Wamena, Sabtu, mengatakan pihaknya selama beberapa tahun terakhir juga membangun komunikasi dengan pemerintah kampung untuk meningkatkan minat baca.
“Salah satu strategi untuk meningkatkan minat baca yaitu dengan membuat perpustakaan di setiap kampung. Di Kabupaten Jayawijaya terdapat 328 kampung dan 34 kampung diantaranya sudah ada perpustakaan,” katanya.
Menurut dia, perpustakaan di 34 kampung itu dititip di salah satu rumah warga atau salah satu bangunan yang disediakan oleh pemerintah kampung setempat.
“Biasanya kami koordinasi dengan aparat kampung untuk membuat perpustakaan. Kami tidak punya anggaran untuk membangun sebuah bangunan, maka kampung itu menyediakan tempat, setelah tempat adanya maka buku-buku bacaan akan diberikan,” ujarnya.
Dia menjelaskan pihaknya terus mendorong peningkatan literasi dengan banyak membaca di kampung-kampung untuk meningkatkan pemahaman generasi muda dan masyarakat tentang pengetahuan umum.
"Biasanya buku-buku yang kami titip di kampung-kampung itu adalah tentang pengetahuan alam, kuliner, cerita, hukum, serta pendidikan mulai jenjang TK hingga SMA/SMK,” katanya.
Dalam tahun ini pun pihaknya terus mendorong kampung-kampung lainnya di Kabupaten Jayawijaya untuk menyediakan tempat bagi perpustakaan.
“Ingat, buku itu adalah jendela dunia, sehingga siapa yang rajin membaca, maka dia akan mengetahui situasi yang ada di belahan dunia lain, meskipun tidak pernah ke sana tetapi pengetahuannya luas,” ujarnya.

