Biak (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) menargetkan semua siswa pada berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Biak Numfor, Papua, mendapat layanan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di 21 puskesmas setempat.
"Kami menyediakan 21 puskesmas tersebar di 19 distrik untuk bisa melayani pemeriksaan cek kesehatan bagi anak sekolah, orang tua, dan ibu hamil," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Biak Numfor Jubelina Marandof, di Biak, Senin.
Ia menjelaskan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan Program CKG bagi siswa se-Indonesia mulai 4 Agustus 2025.
"Iya untuk Biak Numfor, program ini terus berjalan sesuai dengan jadwal secara nasional dengan target kurang lebih 46 ribu siswa," ujar Jubelina.
Ia mengatakan program ini merupakan salah satu kebijakan strategis nasional bertujuan menanamkan perilaku hidup sehat dan bersih bagi anak sejak sekolah.
Untuk jenis pemeriksaan, kata dia, terdapat 15 jenis skrining disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa di sekolah setempat.
Jenis pemeriksaan kesehatan siswa menyangkut status gizi, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, mata, gigi, telinga, kesehatan reproduksi (kelas atas), hepatitis B, kesehatan jiwa, serta faktor risiko merokok dan aktivitas fisik (kelas tertentu)
.
Sedangkan untuk pelajar SMP (13–15 tahun) mendapat tambahan tes anemia (kelas 7), talasemia, hepatitis B dan C, serta imunisasi HPV (kelas 9 putri).
Bagi pelajar SMA usia 16–17 tahun mendapat pemeriksaan kesehatan mencakup semua jenis penyakit, termasuk anemia remaja putri.
Jubelina mengatakan pemeriksaan kesehatan siswa dilakukan pada puskesmas terdekat di 19 distrik di wilayah itu.
Ia menegaskan Program CKG pada semua satuan pendidikan sebagai implementasi program strategis kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

