Logo Header Antaranews Papua

PKK Kabupaten Jayapura intervensi stunting Distrik Waibhu

Rabu, 20 Agustus 2025 15:22 WIB
Image Print
Ketua PKK Kabupaten Jayapura Dewi S Wonda (berdiri) memberikan edukasi intervensi stunting bagi kader posyandu dari tujuh kampung, di Aula Kantor Distrik Waibhu, Rabu (20/8/2025). ANTARA/Agustina Estevani Janggo

Sentani (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua melakukan intervensi penanganan stunting di Distrik Waibhu melalui kunjungan ke posyandu dan berdialog dengan kader kampung guna memastikan pelayanan kesehatan anak sesuai standar.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jayapura Dewi S Wonda setelah berdiskusi dengan kader posyandu dari tujuh kampung di Aula Kantor Distrik Waibhu, Rabu, mengatakan, sebelumnya telah mengunjungi Posyandu Pipit II, Kampung Doyo Lama, salah satu kampung di distrik ini.

"Kami ingin memastikan bahwa pelayanan di posyandu sesuai standar, dan intervensi stunting dilakukan secara tepat," katanya.

Dia menjelaskan pelayanan posyandu telah berjalan baik, meskipun masih ada dokumen dan standar administrasi yang masih perlu diperbaiki.

"Intervensi dilakukan dengan memberikan makanan tambahan di posyandu dan bagi anak-anak yang mengalami stunting," ujarnya.

Dia menjelaskan penurunan angka stunting menjadi komitmen bersama sesuai target RPJMN dan RPJMD, yakni di bawah 14 persen. Oleh karena itu, PKK Kabupaten Jayapura turun langsung untuk memastikan tidak ada kasus baru yang muncul.

"Penataan data stunting harus dilakukan secara benar, mulai dari kader hingga puskesmas, akurasi data sangat penting agar program intervensi bisa tepat sasaran," katanya.

Kepala UPTD Puskesmas Kanda Lukas R Girikallo mengatakan pihaknya telah memberikan makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, serta mengedukasi informasi gizi di sekolah, dan terus berupaya meningkatkan cakupan pelayanan.

Jumlah stunting di wilayah kerja Puskesmas Kanda sekitar 20 kasus yang mencakup tiga kampung.

"Sebagai langkah pencegahan kami melakukan pemeriksaan di posyandu, kemudian di sekolah memberikan vitamin tambah darah, memberi vaksin bagi ibu hamil dan pemberian makanan tambahan," katanya.



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026