Logo Header Antaranews Papua

Kapolres Keerom AKBP Astoto: penembakan anggota TNI berawal dari pertengkaran

Senin, 8 September 2025 02:18 WIB
Image Print
TKP penembakan yang menewaskan Praka Edison Muenda, anggota Kodim 1715/Yahukimo di Dusun Kali Lapar 2, Kali Mo, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, yang dilakukan Kapten Inf J, Minggu (7/9). (ANTARA/HO-Polres Keerom)
Pelaku sudah diamankan Polisi Militer di Jayapura

Jayapura (ANTARA) - Kapolres Keerom AKBP Astoto Budi Rahmantyo mengatakan, insiden penembakan yang dilakukan anggota TNI Kapten Inf J (Dantim Satgas Ketapang Swasembada BAIS) terhadap Praka PM anggota Kodim 1715/Yahukimo diduga berawal dari pertengkaran antar keduanya.

Dari laporan yang diterima kasus penembakan yang terjadi di Kali Mo (Dusun Kali Lapar 2), Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Minggu pagi (7/9) berawal percekcokan antar keduanya.

"Belum diketahui motif pertengkaran antar keduanya sehingga terjadi perselisihan yang berujung aksi korban mengejar pelaku dengan kampak kecil, sehingga pelaku merasa terancam dan melepaskan tiga tembakan peringatan, satu di antaranya mengenai kepala korban hingga menyebabkannya meninggal di tempat. " kata Kapolres Keerom AKBP Astoto melalui Kapolsek Waris Ipda Mirwan, Minggu malam.

Dikatakan, setelah mendapat laporan tentang insiden tersebut anggota langsung ke TKP untuk melakukan pengamanan serta koordinasi dengan tokoh masyarakat dan keluarga korban guna mencegah terjadinya gangguan keamanan .

Kapten Inf J saat ini telah diamankan oleh Polisi Militer Kodam XVII/Cendrawasih beserta senjata api jenis Sig Sauer P224 yang digunakan dalam insiden tersebut.

Polres Keerom juga telah mengambil langkah cepat untuk mengamankan lokasi dan memastikan situasi tetap kondusif dengan melakukan pendekatan kepada keluarga korban serta tokoh masyarakat agar tidak terprovokasi dan menyerahkan proses hukum peradilan militer di Jayapura.

"Pelaku telah diamankan oleh Polisi Militer di Jayapura untuk menjalani proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Kapolsek Waris Ipda Mirwan.



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026