
Direktorat Narkoba Polda Papua merangkul warga mempersempit peredaran ganja

Jayapura (ANTARA) - Direktorat Narkoba Polda Papua merangkul warga dan semua elemen masyarakat untuk mempersempit peredaran ganja dari Papua Nugini (PNG).
"Memang benar kami saat ini merangkul semua elemen masyarakat untuk mempersempit ruang bagi peredaran ganja yang diselundupkan dari PNG," kata Dirnarkoba Polda Papua Kombes Alfian kepada Antara, di Jayapura, Rabu.
Dikatakan, tanpa peran serta masyarakat maka sulit bagi aparat keamanan untuk mempersempit peredaran ganja yang sebagian besar dipasok dari PNG.
Apalagi disepanjang perbatasan RI-PNG banyak jalan setapak atau jalan tikus yang sering digunakan para penyelundup untuk menyelundupkan barang terlarang termasuk ganja.
Selain jalan setapak, kata Alfian, para penyelundup juga melalui laut menggunakan perahu bermotor.
"Karena itulah, selain merangkul masyarakat juga bersinergi dengan satuan lainnya, mengingat efek dari mengkonsumsi ganja dapat merusak generasi muda khususnya," kata Kombes Alfian.
Dirnarkoba menambahkan, tercatat ada lima kabupaten dan kota di wilayah hukum Polda Papua yang berbatasan dengan PNG yaitu Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom di Provinsi Papua.
Kemudian Kabupaten Pegunungan Bintang di Provinsi Papua Pegunungan dan Boven Digoel serta Merauke di Provinsi Papua Selatan.
"Ditnarkoba Polda Papua selama periode bulan Januari hingga Oktober mengamankan 97 kilogram ganja dari tangan 167 tersangka," kata Kombes Alfian.
Pewarta : Evarukdijati
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
