
Pemkab Sarmi merealisasikan mencetak sawah baru seluas 130 hektare

Program diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sarmi, Papua, merealisasika mencetak sawah baru yang sudah ditanami padi seluas 130 hektare dari target seluas 640 hektare.
Lokasi cetak sawah baru yang sudah ditanami padi itu terutama berada di Kampung Tetom Jaya SP 3, Distrik Bonggo. Petani sudah mulai menggarap lahan persawahan tersebut.
Gubernur Papua Mathius Fakhiri saat penanaman padi perdana di Bonggo, Minggu, mengatakan program cetak sawah rakyat merupakan langkah strategis dalam mewujudkan kemandirian pangan di Papua.
Program tersebut bukan hanya tentang menanam padi, tetapi tentang menanam harapan bagi masyarakat.
"Kami berharap Kabupaten Sarmi dapat menjadi salah satu lumbung pangan di Papua,” harap Gubernur Papua Mathius Fakhiri.
Dikatakan, Kabupaten Sarmi merupakan salah satu wilayah yang menjadi sasaran penanaman padi selain Kota dan Kabupaten Jayapura serta Kabupaten Keerom.
"Kami akan melakukan penanaman padi di lahan seluas 20 ribu hektare dan jumlah tersebut secara bertahap meningkat karena penanaman juga akan dilakukan di Kabupaten Mamberamo Raya dan Waropen," kata Gubernur Fakhiri.
Bupati Sarmi Dominggus Catue mengatakan Kabupaten Sarmi akan membuka lahan untuk mencetak sawah di lahan seluas 640 hektare.
Tahap pertama, penanaman padi dilakukan di lahan seluas 130 hektare dan akan terus ditambah.
Pemda Sarmi berkomitmen mendukung program ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, kata Bupati Sarmi Dominggus Catue.
Sementara itu tokoh masyarakat sekaligus pemilik hak ulayat Kampung Tetom Jaya, Septinus Bagre menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Pemprov Papua, dan Pemda Sarmi atas dukungan melalui program cetak sawah rakyat (CSR).
"Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang juga petani di Papua khususnya di Kabupaten Sarmi," harap Septinus Bagre.
Pewarta : Evarukdijati
Editor:
Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
