Logo Header Antaranews Papua

MUI Jayawijaya harap momentum Natal menumbuhkan nilai-nilai persaudaraan

Jumat, 26 Desember 2025 15:39 WIB
Image Print
Ketua MUI Kabupaten Jayawijaya Ustaz Adnan Yelipele diwawancarai ANTARA di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Jumat (26/12) 2025.ANTARA/Yudhi Efendi.
Sikap toleransi dalam Islam perlu dilestarikan

Wamena (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan mengharapkan momentum perayaan Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menumbuhkan nilai-nilai persaudaraan yang kuat di daerah ini.

Umat Nasrani di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Jumat, melaksanakan ibadah perayaan Hari Natal Natal kedua di seluruh gereja di daerah setempat.

Ketua MUI Kabupaten Jayawijaya Ustaz Adnan Yelipele di Wamena, Jumat, mengatakan dalam rangka Hari Raya Natal Tahun 2025, semoga umat Kristiani di Kabupaten Jayawijaya dapat merayakan dengan penuh suka cita.

“Melalui momen Natal dapat memperoleh kekuatan iman dan mendapatkan kebaikan melimpah dari Allah, Tuhan Yang Maha Esa serta nilai-nilai persaudaraan terus tumbuh dan menjadi dasar membina hubungan sosial yang baik di Kabupaten Jayawijaya,” katanya.

Menurut dia, dalam perayaan Hari Raya Natal 2025, pihaknya berharap umat Kristiani dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan aman.

“Kami harap dengan momen Natal ini dapat mencegah perbuatan yang kurang baik, seperti permusuhan, minuman beralkohol, toto gelap (togel), judi dan lainnya yang dapat merusak ibadah Natal umat Kristiani pada 2025. Apalagi, akhir tahun 2025, akan dilakukan acara menyambut tahun baru 2026 dan para pemimpin umat Kristiani dapat memaksimalkan umatnya untuk dapat menjaga dan melaksanakan ibadah di gereja,” ujarnya.

Dia memastikan selaku tokoh agama dan pemimpin umat Islam di Kabupaten Jayawijaya akan mendukung keamanan ibadah Natal umat Kristiani di Jayawijaya agar terlaksana dengan baik.

“Sikap umat Islam jelas bahwa menghormati umat lain merupakan sikap tasamu atau toleransi dalam ajaran agama Islam. Sebagaimana dalam Al Quran surat Al-Kafirun ayat 6 yang artinya bagimu agamamu dan bagiku agamaku, dan inilah sikap toleransi dalam Islam yang perlu dilestarikan oleh umat Islam,” katanya.

Dia mengimbau seluruh umat Muslim di Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Jayawijaya untuk dapat menjaga situasi keamanan pada perayaan Hari Raya Natal 2025.

“Salah satu langkah yang dapat kami lakukan sebagai tokoh umat Islam adalah mengimbau kepada internal umat Islam Jayawijaya untuk dapat bersama- sama menjaga keamanan pada saat ibadah Natal berlangsung. Dalam tradisi NU, untuk mendukung keamanan biasanya melibatkan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan Banser dalam mendukung pihak keamanan dalam mencegah keamanan dan ketertiban dalam perayaan Natal bagi umat Kristiani,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Muhsidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026