Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Papua melakukan pengawasan berjenjang terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) supaya tujuan dari program tersebut yakni meningkatkan status gizi masyarakat dapat tercapai.
Asisten II Sekda Kabupaten Jayapura Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Abdul Rahman Basri di Sentani, Kamis, mengatakan program MBG merupakan kebijakan nasional yang menjadi hak seluruh anak Indonesia termasuk anak-anak di Papua.
"Dengan demikian semua anak wajib mendapatkan makanan bergizi dan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta para mitra wajib memastikan makanan ini sampai kepada penerima manfaat," katanya.
Menurut Basri, pada 2025 penerima manfaat MBG masih difokuskan pada peserta didik mulai jenjang TK, SD, SMP hingga SMA/SMK namun pada 2026 cakupan penerima manfaat akan diperluas kepada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
"Oleh karena itu kami berharap seluruh mitra dapat mendukung penuh agar program ini berjalan baik mulai dari persiapan, proses pengolahan di dapur, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat," ujarnya.
Dia menjelaskan pihaknya menekankan pentingnya menjaga standar gizi dan kualitas makanan agar tidak menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) atau permasalahan kesehatan lainnya.
"Khusus menu seperti ikan dan bahan pangan lainnya harus sesuai standar, jika semua mitra mengikuti standar yang ditetapkan kami yakin program ini dapat berjalan dengan baik," katanya lagi.
Dia menambahkan program MBG merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang karena manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini tetapi akan terlihat dalam 20 hingga 30 tahun ke depan.
"Sehingga evaluasi rutin akan terus dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program MBG sesuai standar terutama dalam pendistribusian di sekolah agar makanan benar-benar sampai di atas meja belajar siswa," ujarnya.

