
Pemprov Papua Tengah salurkan Rp8,2 miliar untuk mahasiswa USWIM Nabire

Nabire (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyalurkan bantuan pendidikan sebesar Rp8,2 miliar bagi mahasiswa Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat Papua.
Rektor USWIM Nabire Dr. Petrus Tekege di Nabire, Jumat, mengatakan bantuan tersebut disalurkan kepada 1.967 mahasiswa USWIM.
“Bantuan diberikan kepada mahasiswa dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,75 dan difokuskan untuk membantu pembayaran SPP pada semester ganjil, yakni semester 3, 5, dan 7,” katanya.
Ia mengatakan, untuk mahasiswa semester 3, pemerintah mengalokasikan bantuan SPP sebesar Rp2,749 juta, sementara besaran SPP di USWIM sebesar Rp3,950 juta.
Jika mahasiswa belum membayar SPP, maka tinggal membayar sisanya Rp1,201 juta. Namun jika sudah melunasi SPP maka uang bantuan Rp2,749 juta dikembalikan kepada mahasiswa yang bersangkutan.
Petrus mengatakan dana yang dikembalikan tersebut dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk membantu kebutuhan pembayaran SPP pada semester genap, karena bantuan pemerintah hanya diberikan pada semester ganjil.
Selain bantuan SPP, mahasiswa semester 5 juga memperoleh bantuan biaya praktik kerja lapangan (PKL) atau praktik pengalaman lapangan (PPL) sebesar Rp2,450 juta sehingga total bantuan yang diterima mencapai Rp5,199 juta.
Sementara mahasiswa semester 7, selain menerima bantuan SPP, juga mendapatkan bantuan biaya tugas akhir sebesar Rp3,250 juta, sehingga total bantuan mencapai Rp5,999 juta.
Ia menambahkan bantuan pendidikan tersebut merupakan bentuk nyata perhatian Pemprov Papua Tengah dalam mendorong peningkatan kualitas SDM Papua, sekaligus meringankan beban mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi.
“Kami harapkan mahasiswa yang sudah mendapatkan bantuan harus lebih rajin kuliah dan meningkatkan motivasi belajar. Tidak ada lagi alasan untuk berhenti studi karena persoalan biaya,” katanya.
Pihak kampus berharap ke depan bantuan pendidikan dapat ditingkatkan menjadi setiap semester, mengingat masih banyak mahasiswa Papua yang belum terakomodir.
Saat ini mahasiswa aktif USWIM Nabire berjumlah 3.634 orang, dan pihak kampus akan terus berkomunikasi dengan Pemprov Papua Tengah agar lebih banyak mahasiswa yang dapat diakomodir dalam program bantuan pendidikan tersebut.
Dari jumlah 1.967 mahasiswa penerima bantuan, setelah dilakukan verifikasi ulang terdapat sekitar 30 mahasiswa yang telah memperoleh bantuan pendidikan Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Sesuai ketentuan, mahasiswa tersebut tidak lagi menerima bantuan dari Pemprov Papua Tengah karena tidak diperkenankan memperoleh bantuan pendidikan ganda.
“Dana untuk mahasiswa yang sudah menerima KIP akan dikembalikan ke kas daerah, sehingga dari total Rp8,2 miliar tidak semuanya terpakai,” ujarnya.
Pewarta : Ali Nur Ichsan
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
