
DKLH Papua ajak sekolah mulai kelola sampah organik ciptakan lingkungan sehat

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup setempat mengajak sekolah di wilayahnya untuk mulai mengelola sampah organik guna menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan edukatif.
Sekretaris DKLH Papua Aries Toteles Ap di Jayapura, Minggu, mengatakan dengan mengelola sampah organik di sekolah maka mengurangi tumpukan sampah di TPA, mencegah penyakit, serta menjadi sarana praktis bagi siswa untuk belajar komposting dan kepedulian lingkungan.
"Pada Kamis (19/2) DLHK kedatangan 11 sekolah yang ada di Kota Jayapura guna memperoleh pelatihan terkait pembuatan eco enzyme," katanya.
Menurut Aries, pelatihan yang dilakukan tersebut bertujuan membekali pelajar dengan keterampilan mengelola sampah organik menjadi produk yang bermanfaat, terutama untuk pemupukan tanaman di lingkungan sekolah.
“Kami berharap para pelajar memiliki kemampuan menjaga lingkungan dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar, dengan begitu dapat mengubah perilaku siswa menjadi lebih peduli lingkungan, memahami konsep ekonomi sirkular, dan meningkatkan keterampilan dalam daur ulang," ujarnya.
Dia menjelaskan sampah organik yang tidak dikelola atau sisa makanan, daun maka berisiko menimbulkan bau, menjadi sarang penyakit, dan mencemari tanah atau air.
"Oleh sebab itu pengetahuan terkait pembuatan eco enzyme perlu diteruskan dan dipelajari setiap siswa agar dapat diterapkan di lingkungan rumah,"katanya lagi.
Dia menambahkan dengan mengelola sampah organik, sekolah berkontribusi langsung pada pelestarian lingkungan sekaligus memberikan pembelajaran langsung bagi siswa.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
