
BI Papua sebut daya beli masyarakat tetap kuat usai Lebaran 2026

Jayapura (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Papua menilai daya beli masyarakat tetap kuat usai perayaan Lebaran 2026 yang ditopang oleh peningkatan konsumsi rumah tangga selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) itu.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua, Warsono di Jayapura, Kamis, mengatakan bahwa stabilitas daya beli masyarakat turut didukung oleh kebijakan moneter yang akomodatif, termasuk keputusan BI-Rate Maret 2026 sebesar 4,75 persen.
“Kami memperkirakan bahwa konsumsi rumah tangga bakal mengalami peningkatan seiring dengan pendapatan pada sejumlah kelompok masyarakat, terutama yang berasal dari penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR),” katanya.
Menurut Warsono, kondisi tersebut memberikan dorongan positif terhadap aktivitas ekonomi di daerah.
“Untuk itu kami terus mendorong penguatan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.
Dia menjelaskan upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program pembinaan dan perluasan akses pembiayaan.
“Di sisi lain, kelancaran sistem pembayaran digital juga menjadi perhatian utama guna mendukung aktivitas transaksi masyarakat yang semakin meningkat. Digitalisasi dinilai mampu meningkatkan efisiensi serta memperluas akses layanan keuangan,” katanya.
Dia menambahkan ke depan BI Papua juga akan mewaspadai risiko global dan potensi gangguan pasokan pangan akibat fenomena El Nino lemah.
“Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap berbelanja secara bijak guna menjaga stabilitas ekonomi dan inflasi daerah,” ujarnya.
Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
