Logo Header Antaranews Papua

BI Papua optimalkan akses pembiayaan UMKM lewat "capacity building" dan "QRIS"

Rabu, 29 April 2026 21:38 WIB
Image Print
Pelaku usaha di Papua yang telah menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran digital. (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Jayapura (ANTARA) - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua terus mengoptimalkan akses pembiayaan UMKM melalui program peningkatan kapasitas (capacity building) dan digitalisasi QRIS guna meningkatkan kredibilitas usaha serta kepercayaan lembaga keuangan.

Kepala KPw BI Provinsi Papua Warsono di Jayapura, Rabu, mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk menyasar peningkatan kemampuan manajerial dan tata kelola usaha pelaku UMKM, khususnya di wilayah terpencil.

“Pendampingan ini mencakup pelatihan manajemen kelembagaan, pengelolaan keuangan, hingga penyusunan laporan keuangan yang baik agar pelaku UMKM lebih siap mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan,” katanya.

BI juga menggandeng sejumlah pemangku kepentingan strategis seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dinas terkait, serta instansi teknis lainnya guna memastikan pembinaan dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

"Selain itu, penerapan QRIS dinilai menjadi langkah penting dalam mendorong digitalisasi UMKM, terutama dalam mempermudah transaksi dan pencatatan keuangan secara lebih transparan dan efisien," ujar dia.

Dia menjelaskan dengan penggunaan QRIS, pelaku UMKM dapat meningkatkan kredibilitas usahanya karena memiliki rekam jejak transaksi yang jelas sehingga itu menjadi salah satu pertimbangan lembaga keuangan dalam menyalurkan pembiayaan.

"Seperti kegiatan capacity building kepada kelompok tani di Kabupaten Mimika yang mencakup penguatan kelembagaan, penerapan Good Agricultural Practices, serta peningkatan akseptasi pembayaran digital," katanya.

Dia menambahkan selain itu pada program klaster UMKM binaan pihaknya juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Melalui pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir, pelaku usaha tidak hanya didorong meningkatkan produksi, tetapi juga memperluas akses pasar dan pembiayaan.

“Dengan pendampingan ini mendorong peningkatan kapasitas produksi, kualitas produk yang lebih baik, serta jangkauan pemasaran yang semakin luas,” ujar dia.



Pewarta :
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026