
Komite Eksekutif harap MBG kontekstual diterapkan di Papua Pegunungan

Wamena (ANTARA) - Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua atau Komite Eksekutif Papua mengharapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kontekstual dapat diterapkan di Papua Pegunungan maupun Tanah Papua secara umum.
Jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dapur MBG di Tanah Papua tercatat Papua Pegunungan 14 dapur, Papua Barat (43), Papua (179), Papua Selatan (16), Papua Tengah (28), dan Papua Barat Daya 38 dapur.
Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix V Wanggai di Wamena, Selasa mengatakan, program MBG di Tanah Papua harus disesuaikan dengan kebiasaan dan kebudayaan masyarakat di daerah tersebut.
“Kami sebut sebagai MBG rasa Papua atau kontekstual, supaya apa yang diolah dapat dikonsumsi secara baik oleh anak-anak kita di Tanah Papua khususnya Papua Pegunungan,” katanya.
Menurut dia, kehadiran Komite Eksekutif Papua untuk memastikan program nasional salah satunya MBG dapat berjalan di Tanah Papua, khususnya Papua Pegunungan.
“Kehadiran kami dari Lembaga Komite Eksekutif di Papua Pegunungan untuk memastikan program bapak presiden, MBG dapat berjalan secara optimal di sini,” ujarnya.
Dia menjelaskan, MBG merupakan program unggulan yang bertujuan menyentuh kebutuhan dasar yaitu pemenuhan gizi anak-anak di Papua Pegunungan.
“Kami tahu dengan adanya program MBG dapat mengatasi masalah stunting atau pertumbuhan lambat, menggerakkan putaran ekonomi lokal dan meningkatkan rantai bisnis pasok bagi dapur di Papua Pegunungan,” kata Velix.
Dia menambahkan, target pendirian dapur MBG di seluruh Tanah Papua mencakup enam provinsi di antaranya Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya cukup besar yakni 2.472.
“Dengan target pendirian dapur yang cukup banyak karena kelompok anak-anak penerima manfaat MBG ratusan ribu anak maka perlu penanganan dan koordinasi yang serius dalam mendirikan dapur MBG di seluruh Tanah Papua khususnya Papua Pegunungan,” kata Velix.
Dia menuturkan, kehadiran Komite Eksekutif Papua hadir untuk memastikan langkah-langkah percepatan pembangunan dapur MBG di wilayah Papua Pegunungan.
“Berbicara langkah-langkah percepatan maka harus ada strategi, waktu, regulasi, kekhususan wilayah, kekhususan pola pengelolaannya, kekhususan harga, skema dengan mitra yang harus dibangun sehingga dapur MBG segera terbangun di seluruh wilayah Papua Pegunungan. Kami sebut program ini sebagai MBG rasa Papua, MBG yang kontekstual Papua,” ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
