Mimika anggarkan Rp2,9 Miliar sukseskan UN SMA/SMK
Selasa, 24 Februari 2015 16:41 WIB
Ilustrasi dana (Foto: Istimewa)
Timika (Antara Papua) - Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua, menganggarkan dana Rp2,9 miliar untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK 13-15 April 2015.
Sekretaris Dinas Pendidikan Menengah Mimika Nius Wenda di Timika, Selasa mengatakan anggaran itu sudah mencakup biaya ujian kompetensi dan uji coba UN.
"Anggaran UN SMA/SMK sebagaimana yang terdapat dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pendidikan Menengah Mimika sebesar Rp2,9 miliar," ujar Nius.
Ia mengatakan UN tingkat SMA/SMK di Mimika tahun ini akan diikuti sebanyak 2.988 siswa yang terbagi atas SMA sebanyak 964 peserta dan SMK sebanyak 2.022 peserta.
Dinas Pendidikan Menengah Mimika meminta pihak sekolah terus mempersiapkan siswa mereka agar lebih siap menghadapi UN mendatang.
Nius mengatakan jumlah peserta UN SMA/SMK di Mimika seharusnya melebihi 2.022 orang, namun beberapa diantaranya dinyatakan bermasalah saat kelulusan SMP lantaran mengantongi ijazah palsu.
"Ada peserta dari beberapa sekolah ijazah SMP-nya tidak memenuhi syarat atau bisa dikatakan palsu. Dengan alasan itu mereka tidak bisa terdaftar sebagai peserta UN mendatang. Untuk nama-nama peserta UN tingkat SMA/SMK di Mimika sudah kami laporkan ke pusat jauh-jauh hari sebelumnya," jelasnya.
Sementara itu Kepala SMA Negeri 1 Mimika, Matheus Mamo meminta Pemkab setempat menyediakan 150 komputer untuk menunjang UN sistem offline di sekolahnya tersebut.
SMA Negeri 1 Mimika merupakan satu dari tiga sekolah negeri di Provinsi Papua yang akan menyelenggarakan UN sistem offline pada penyelenggaraan UN mendatang. Selain SMA Negeri 1 Mimika, dua sekolah lainnya di Papua yang menyelenggarakan UN sejenis yaitu SMA Negeri 1 Merauke dan SMA Negeri 3 Jayapura.
Mamo mengatakan saat ini di sekolahnya baru tersedia 30 komputer. Sedangkan siswa yang akan mengikuti UN mendatang berjumlah 190 orang. (*)
Sekretaris Dinas Pendidikan Menengah Mimika Nius Wenda di Timika, Selasa mengatakan anggaran itu sudah mencakup biaya ujian kompetensi dan uji coba UN.
"Anggaran UN SMA/SMK sebagaimana yang terdapat dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pendidikan Menengah Mimika sebesar Rp2,9 miliar," ujar Nius.
Ia mengatakan UN tingkat SMA/SMK di Mimika tahun ini akan diikuti sebanyak 2.988 siswa yang terbagi atas SMA sebanyak 964 peserta dan SMK sebanyak 2.022 peserta.
Dinas Pendidikan Menengah Mimika meminta pihak sekolah terus mempersiapkan siswa mereka agar lebih siap menghadapi UN mendatang.
Nius mengatakan jumlah peserta UN SMA/SMK di Mimika seharusnya melebihi 2.022 orang, namun beberapa diantaranya dinyatakan bermasalah saat kelulusan SMP lantaran mengantongi ijazah palsu.
"Ada peserta dari beberapa sekolah ijazah SMP-nya tidak memenuhi syarat atau bisa dikatakan palsu. Dengan alasan itu mereka tidak bisa terdaftar sebagai peserta UN mendatang. Untuk nama-nama peserta UN tingkat SMA/SMK di Mimika sudah kami laporkan ke pusat jauh-jauh hari sebelumnya," jelasnya.
Sementara itu Kepala SMA Negeri 1 Mimika, Matheus Mamo meminta Pemkab setempat menyediakan 150 komputer untuk menunjang UN sistem offline di sekolahnya tersebut.
SMA Negeri 1 Mimika merupakan satu dari tiga sekolah negeri di Provinsi Papua yang akan menyelenggarakan UN sistem offline pada penyelenggaraan UN mendatang. Selain SMA Negeri 1 Mimika, dua sekolah lainnya di Papua yang menyelenggarakan UN sejenis yaitu SMA Negeri 1 Merauke dan SMA Negeri 3 Jayapura.
Mamo mengatakan saat ini di sekolahnya baru tersedia 30 komputer. Sedangkan siswa yang akan mengikuti UN mendatang berjumlah 190 orang. (*)
Pewarta : Pewarta: Evarianus Supar
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Jayawijaya anggarkan Rp800 juta beli mobil tangki air pemadam kebakaran
17 November 2025 16:47 WIB
Pemkab Tolikara anggarkan sebesar Rp5 miliar sarapan sehat anak sekolah
12 March 2025 16:20 WIB, 2025
Dinsos Jayawijaya anggarkan Rp3 miliar rangsang ekonomi di tiga distrik
20 February 2025 17:21 WIB, 2025
Pemkab anggarkan Rp1 miliar untuk operasi pasar murah di Jayawijaya
04 February 2025 11:45 WIB, 2025
DPRK Jayawijaya anggarkan Rp53 miliar biayai 38 anggota selama satu tahun
30 January 2025 12:12 WIB, 2025