20 pegawai Kemenkeu di dalam pesawat Lion Air JT 610
Senin, 29 Oktober 2018 13:22 WIB
Foto serpihan pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT-610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di laut utara Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018). (ANTARA FOTO/HO-Pertamina)
Jakarta (Antaranews) - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan terdapat 20 pegawai yang bekerja di lingkungan Kementerian Keuangan ikut dalam penerbangan Lion Air JT 610 Jakarta-Pangkal Pinang yang hilang kontak di Laut Jawa.
"Data sementara ada 20 orang," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Nufransa Wira Sakti saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Nufransa menyatakan 20 pegawai Kementerian Keuangan tersebut berasal dari pegawai KPP Ditjen Pajak di Bangka dan Belitung sebanyak 12 orang, pegawai KPPN dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan sebanyak lima orang serta pegawai KPKNL Ditjen Kekayaan Negara sebanyak tiga orang.
"Data nama-nama yang beredar masih kami konfirmasi dengan manifes pesawat," tambah Nufransa.
Tidak hanya pegawai Kementerian Keuangan, karena diduga terdapat 10 pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang turut dalam pesawat tersebut.
Meski demikian, nama-nama pegawai Kemenkeu dan BPK yang ikut dalam pesawat tersebut, belum dapat dipublikasikan, karena masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwajib.
Pesawat type B737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT 610 milik operator Lion Air dari Bandar Udara Soekarno Hatta, Banten, menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang dilaporkan telah hilang kontak pada Senin (29/10) sekitar pukul 06.33 WIB.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan duka cita mendalam kepada 20 karyawan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang ikut menjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air type B737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT 610 yang jatuh itu.
"Mereka adalah karyawan yang memang bertugas di Pangkal Pinang dan sedang kembali bertugas di wilayah kerjanya masing-masing," kata Menkeu kepada pers di Kantor Basarnas Jakarta.
Menkeu datang ke kantor Basarnas untuk mengetahui secara langsung kejadian yang menimpa pesawat naas itu mengingat sejumlah penumpang yang menjadi korban adalah aparatur sipil negara (ASN) Kemenkeu.
Menkeu mengatakan kedatangan mereka ke Jakarta dalam rangka memperingati Hari Keuangan sekaligus beberapa di antaranya menengok keluarga di Jakarta.
"Pagi tadi saya mendengar kabar para karyawan Kemenkeu kembali ke Pangkal Pinang untuk kembali bertugas," kata Menkeu.
Dia menyampaikan keprihatinan dan duka cita yang mendalam atas kecelakaan ini kepada karyawan Kemenkeu dan korban yang lain.
Setelah pertemuan dengan Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi, Menkeu mengatakan dirinya telah mendapatkan penjelasan rinci kecelakaan Lion Air dan lokasi kecelakaan.
"Tadi saya sudah mendapatkan penjelasan rinci mengenai kronologi kejadian," kata Sri Mulyani.
"Data sementara ada 20 orang," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Nufransa Wira Sakti saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Nufransa menyatakan 20 pegawai Kementerian Keuangan tersebut berasal dari pegawai KPP Ditjen Pajak di Bangka dan Belitung sebanyak 12 orang, pegawai KPPN dan Kanwil Ditjen Perbendaharaan sebanyak lima orang serta pegawai KPKNL Ditjen Kekayaan Negara sebanyak tiga orang.
"Data nama-nama yang beredar masih kami konfirmasi dengan manifes pesawat," tambah Nufransa.
Tidak hanya pegawai Kementerian Keuangan, karena diduga terdapat 10 pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang turut dalam pesawat tersebut.
Meski demikian, nama-nama pegawai Kemenkeu dan BPK yang ikut dalam pesawat tersebut, belum dapat dipublikasikan, karena masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwajib.
Pesawat type B737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT 610 milik operator Lion Air dari Bandar Udara Soekarno Hatta, Banten, menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang dilaporkan telah hilang kontak pada Senin (29/10) sekitar pukul 06.33 WIB.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan duka cita mendalam kepada 20 karyawan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang ikut menjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air type B737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT 610 yang jatuh itu.
"Mereka adalah karyawan yang memang bertugas di Pangkal Pinang dan sedang kembali bertugas di wilayah kerjanya masing-masing," kata Menkeu kepada pers di Kantor Basarnas Jakarta.
Menkeu datang ke kantor Basarnas untuk mengetahui secara langsung kejadian yang menimpa pesawat naas itu mengingat sejumlah penumpang yang menjadi korban adalah aparatur sipil negara (ASN) Kemenkeu.
Menkeu mengatakan kedatangan mereka ke Jakarta dalam rangka memperingati Hari Keuangan sekaligus beberapa di antaranya menengok keluarga di Jakarta.
"Pagi tadi saya mendengar kabar para karyawan Kemenkeu kembali ke Pangkal Pinang untuk kembali bertugas," kata Menkeu.
Dia menyampaikan keprihatinan dan duka cita yang mendalam atas kecelakaan ini kepada karyawan Kemenkeu dan korban yang lain.
Setelah pertemuan dengan Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi, Menkeu mengatakan dirinya telah mendapatkan penjelasan rinci kecelakaan Lion Air dan lokasi kecelakaan.
"Tadi saya sudah mendapatkan penjelasan rinci mengenai kronologi kejadian," kata Sri Mulyani.
Pewarta : Satyagraha dan Ahmad Wijaya
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Jayawijaya sebut perubahan jam kerja pegawai saat Ramadhan 1446 H
28 February 2025 12:01 WIB, 2025
Bank Papua-Universitas Yapis menjalin kerja sama penyaluran gaji pegawai
18 October 2024 13:40 WIB, 2024
Bank Papua dan STIE Port Numbay jalin kerja sama penyaluran gaji pegawai
21 August 2024 19:25 WIB, 2024
KPPN Jayapura: realisasi anggaran belanja pegawai mencapai 54,52 persen
17 July 2024 13:39 WIB, 2024
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Pemkab Jayawijaya distribusikan alat pertanian bagi kelompok tani di Distrik Bpir
03 April 2026 20:55 WIB